Articles

Higiene Sanitasi dan Potensi Keberadaan Gen Virulensi E.Coli pada Lawar di Kuta: Tantangan Pariwisata dan Kesehatan Pangan di Bali

Ni Putu Eka Trisdayanti , Anak Agung Sagung Sawitri, I Nengah Sujaya

Ni Putu Eka Trisdayanti
Udayana University. Email: eka.trisdayanti@yahoo.com

Anak Agung Sagung Sawitri
Udayana University

I Nengah Sujaya
Udayana Univesity
Online First: December 01, 2015 | Cite this Article
Trisdayanti, N., Sawitri, A., Sujaya, I. 2015. Higiene Sanitasi dan Potensi Keberadaan Gen Virulensi E.Coli pada Lawar di Kuta: Tantangan Pariwisata dan Kesehatan Pangan di Bali. Public Health and Preventive Medicine Archive 3(2): 99-105. DOI:10.15562/phpma.v3i2.99


Latar belakang dan tujuan: Kejadian luar biasa (outbreak) terkait makanan telah berulangkali terjadi pada wisatawan maupun penduduk setempat dan mungkin terkait dengan keberadaan E.coli pathogen. Karena lawar (makanan tradisional Bali) digemari penduduk setempat dan wisatawan, diperlukan studi untuk mengetahui keberadaan E.coli patogen pada lawar dan kaitannya dengan higiene sanitasi warung makan di Kuta.

Metode: Penelitian crossectional analitik dilakukan pada 43 warung yang menjual lawar putih di Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan beserta pengolahnya. Observasi dan wawancara dilakukan untuk menilai penerapan higiene per

perorangan, sanitasi warung, sanitasi peralatan dan fasilitas sanitasi. Sampel lawar putih diambil dari setiap warung dan diuji di laboratorium. Indikator kualitas makanan yang diuji adalah jumlah koloni bakteri dengan Total Plate Count (TPC), keberadaan E.coli dengan teknik pemupukan dan deteksi gen virulen E.coli dengan teknik PCR. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat.

Hasil: Sebanyak 44,2% lawar memiliki jumlah koloni bakteri >106 CFU/gr; 46,5% lawar positif E.coli, dan 20% dari sampel yang positif E.coli menunjukkan gambaran band dengan ukuran mirip Shiga Like Toxin Type I (SLT-I). Lawar yang terkontaminasi lebih banyak di wilayah Kuta Utara. Higiene penjual yang kurang baik lebih berisiko terhadap keberadaan E.coli dibandingkan higiene penjual yang baik (adjusted OR 7,29; 95%CI: 1,473-36,088).

Simpulan: Kualitas lawar di Kuta masih kurang baik dan disertai penerapan higiene sanitasi yang rendah

References

Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. Laporan Hasil Penyelidikan Kejadian Keracunan Makanan pada Wisatawan di Kedonganan, Kuta. Badung: Seksi P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Badung; 2013.

Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. Laporan Hasil Penyelidikan Kejadian Keracunan Makanan pada Wisatawan di Kedonganan, Kuta. Badung: Seksi P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Badung; 2014.

Center for Disease Control and Prevention (CDC). E.coli (Escherichia coli). 2014 (cited 2014 September 22). Available from URL: http://www. cdc.gov/ ecoli/general/index.html.

Candra P, Oktafia S, Citra M, Cahyani M. Cemaran Eschericia Coli dan Coliform pada Lawar Merah yang Dijual di Daerah Pariwisata. Denpasar: Universitas Udayana; 2013.

Kinanthini A. Kualitas Mikrobiologis dan Higiene Pedagang Lawar di Wilayah Ubud, Bali (tesis). Denpasar: Universitas Udayana; 2014.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/Menkes/Per/VII/2003 tentang Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran. 2004 (diakses 2 November 2014). Available fro URL: http://psda.jatengprov.go.id/ hiperat/PDF/ Kepmenkes No.1098 Tahun2003. pdf

Sujaya IN, Ramona Y, Nocianitri A. Laporan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi Cemaran Mikrobiologis Pangan Etnik Bali Dianalisis dengan Teknik Pemupukan dan PCR Spesifik Gen Virulensi Patogen Penyebab Keracunan Pangan. Denpasar: Universitas Udayana; 2013.

Franke J, Franke S, Schmidt H, Schwarzkopf A,Wieler LH, Baljer G, Beutin L, Karch A. Nucleotide Sequence Analysis of Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC) Adherence Factor Probe and Development of PCR for Rapid Detection of EPEC Harboring Virulence Plasmids. J.Clin.Microbiol 1994 (cited 2014 Nov 2); 32(10):2460-3. Available fro URL: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC264083/.

Schultsz C, Pool GJ, van Ketel R, de Wever B, Speelman P, Dankert J. Detection of Enterotoxigenic Escherichia coli in Stool Samples by Using Nonradioactively Labeled Oligonucleotide DNA Probes and PCR. J.Clin. Microbiol. 1994 (cited 2014 November 2); 32(10):2393-7. Available fro URL: http://www. ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/781 4472/.

Cebula TA, Payne WL, Feng P. Simultaneous Identification of Strain of Escherichia coli Serotype O157:H7 and Their Shiga Like Toxin Type by Mismatch Amplification Mutation Assay Multiplex PCR. J.Clin.Microbiol. 1995 (cited 2014 November 2); 33(1):248-250. Available from URL: http://www.ncbi.nlm.nih. gov/ pmc/articles/ PMC227922/.

Schoolnik GK. PCR Detection of Shigella Species and Enteroinvasive Escherichia coli. In: Persing DH, Smith TF, Tenover FC, and White TJ, editors. Diagnostic Molecular Microbiology: Principles and Applications. Washington DC: American Society for Microbiology 1993:277-281.

Suter K. Lawar. Pusat Kajian Makanan Tradisional. Denpasar: Universitas Udayana; 2009.

Fardiaz S. Mikrobiologi Pangan I. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 1992.

NSW Food Authority. Microbiological quality guide for ready-to-eat foods a guide to interpreting microbiological results. NSW/FA/CP028/0906. 2009 (cited 2015 June 28). Available from URL: www.foodauthority. nsw. gov.au

Gaman, Sherrington. Pengantar Ilmu Pangan, Nutrisi, dan Mikrobiologi. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada; 1994.

Sujaya IN, Desy Aryantini NP, Nursini NW, Purnama SG, Dwipayanti NMU, Artawan IG, Sutarga IM. Identifikasi Penyebab Diare di Kabupaten Karangasem, Bali. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional 2010;4(4)


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 907
PDF Downloads : 418