Articles

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemakaian Implan pada Wanita Kawin Usia Subur di Kabupaten Banyuwangi

Firdawsyi Nuzula , Ni Putu Widarini, I Nyoman Mangku Karmaya

Firdawsyi Nuzula
Udayana University. Email: firda_indiana@yahoo.co.id

Ni Putu Widarini
Udayana University

I Nyoman Mangku Karmaya
Udayana University
Online First: July 01, 2015 | Cite this Article
Nuzula, F., Widarini, N., Karmaya, I. 2015. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemakaian Implan pada Wanita Kawin Usia Subur di Kabupaten Banyuwangi. Public Health and Preventive Medicine Archive 3(1): 84-89. DOI:10.15562/phpma.v3i1.93


Latar belakang dan tujuan: Proporsi pemakaian implan di Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun hingga mencapai 17% pada tahun 2013. Proporsi ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angka nasional dan provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemakaian implan pada wanita kawin usia subur di Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi.

Metode: Rancangan penelitian adalah survei cross-sectional  dengan 198 sampel wanita kawin usia subur yang memakai kontrasepsi di Kecamatan Tegalsari. Data dikumpulkan dengan wawancara di masing-masing rumah responden dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji chi square, serta analisis multivariat dengan metode regresi logistik untuk mengetahui hubungan secara independen dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

Hasil: Pemakaian implan pada wanita pasangan usia subur di Kecamatan Tegalsari didapatkan sebesar 21,21%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang secara statistik bermakna mempunyai hubungan terhadap pemakaian implan adalah  nilai budaya (adjusted OR=3,59; 95%CI: 1,44-8,94), pengetahuan tentang implan (adjusted OR=15,10; 95%CI: 3,44-74,40), role model (adjusted OR=3,43; 95%CI: 1,47-8,06) dan informasi dari petugas kesehatan (adjusted OR=3,13; 95%CI: 1,16-8,44).

Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan pemakaian implan pada wanita kawin usia subur adalah nilai budaya yang mendukung, adanya role model, pengetahuan yang baik tentang implan serta adanya informasi dari petugas kesehatan.

References

BKKBN. Angka Pemakaian Kontrasepsi Nasional. 2012. Available from http://bkkbn.go.id/ kependudukan/survey/

UNFPA. Population Trends. sept - Nov. 2014. Available from http://www.unfpa.org/ population-trends

BKKBN. Rencana Strategis BKKBN. Badan Koord. Kel. Berencana Nas. Indonesia. Jakarta; 2014.

Aisien AO. Contraception with Levonorgestrel Subdermal Implants (Norplant R) in Benin-City , Nigeria : A 12-year Review. Afr. J. Reprod. Health. 2007; 90–97 .

Gebremariam A & Addissie A. Knowledge and perception on long acting and permanent contraceptive methods in adigrat town, tigray, northern ethiopia: a qualitative study. Int. J. Family Med.2014, 878639 .2014.

Brooke W, Jefrey P, Qiuhong Z, Christina Buckel, Tessa Madden, Jennifer Allsworth, G. S. Effectiveness of Long-Acting Reversible Contraception. N. Engl. J. Med.21,1998–2008 .2012.

Dinkes Kab. Banyuwangi. Profil Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2013. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi; 2013.

Dinkes Prov. Jatim. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2012. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur; 2012.

BPPKB. Pencapaian KB per mix Kontrasepsi Seluruh Tahapan Keluarga Sejahtera Tahun 2013. Banyuwangi. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional; 2014.

Thomas M. The Important of Role Models. Health Guidance. 2014. available from http://www.healthguidance.org/entry/13288/1/The-Importance-of-Role-Models.html

BKKBN. Panduan Konseling Kesehatan Reproduksi dan KB. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Prov NTB. Mataram: 2009.

Sahin H. Reasons for not using family planning methods in Eastern Turkey. European Journal of Contraception and Reproductive Health care. 2003;8(1): 11.

Ode W, Arliana D, Sarake M, & Seweng A. Kontrasepsi Hormonal Pada Akseptor KB Di Kelurahan Pasarwajo Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara. Jurnal fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas. 2013;1: 1-12.

Musdalifah, Muksen SR. Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Kontrasepsi Hormonal Pasutri Di Wilayah Kerja Puskesmas Lampa Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinarang 2013. J. Fak. Kesehatan Masy. Univ. Hasanduin. 2013:1:1–13.

Alemayehu M, Belachew T, & Tilahun T. Factors associated with utilization of long acting and permanent contraceptive methods among married women of reproductive age in Mekelle town , Tigray region , north Ethiopia. BMC Pregnancy Childbirth12,6 :2012

Mosha IH. & Ruben R. Communication , knowledge , social network and family planning utilization among couples in Mwanza , Tanzania. African Journal of Reproductive Health .Sep. 2013;17(3): 57–70.

Adyani D. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Minat Ibu dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant Di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Stikes Ubudiyah: 2013.

Salvina, Hasifah SS. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Untuk Menggunakan Metode Kontrasepsi Hormonal (Implant) Pada Akseptor KB Di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. J. e-library Stikes Nani Hasanudin Makasar. 2013:2:1–10

Setyowati T. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim Pada Akseptor KB Golongan Resiko Tinggi Di Puskesmas Wilayah Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi Tahun 2008. J. Kesehatan. Stikes Kartika Ahmad Yani. 2010: 1–11


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 284
PDF Downloads : 106