Articles

Aktivitas Fisik, Pola Makan dan Status Gizi Pelajar Putri SMA di Denpasar Utara

Nabila Zuhdy , Luh Seri Ani, Ni Wayan Arya Utami

Nabila Zuhdy
Udayana Universit. Email: nabila.zuhdy@yahoo.co.id

Luh Seri Ani
Udayana University

Ni Wayan Arya Utami
Udayana University
Online First: July 01, 2015 | Cite this Article
Zuhdy, N., Ani, L., Utami, N. 2015. Aktivitas Fisik, Pola Makan dan Status Gizi Pelajar Putri SMA di Denpasar Utara. Public Health and Preventive Medicine Archive 3(1): 78-83. DOI:10.15562/phpma.v3i1.92


Latar belakang dan tujuan: Status gizi remaja yang optimal akan membentuk remaja yang sehat dan produktif. Saat ini terdapat dua masalah gizi yaitu gizi kurang dan gizi lebih pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan tersebut pada remaja perempuan di daerah perkotaan.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 75 pelajar putri dari tiga SMA yang dipilih secara random. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan Semi-quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan Adolescent Physical Activity Recall Questionnaires (APARQ). Pemeriksaan antropometri dilakukan untuk mengukur tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas dan lingkar perut. Data konsumsi makanan dianalisis dengan software Nutri Survey, WHO Anthro Plus. Hubungan faktor risiko dan status gizi diuji dengan metode regresi linier.

Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya beban ganda masalah gizi pelajar putri SMA. Selain Kurang Energi Kronis (KEK) (18,67%), terdapat 8% pelajar putri SMA yang mengalami obesitas sentral. Remaja memiliki kebiasaan makan camilan dan fast food yang sering, sehingga mungkin terkait dengan tingkat kecukupan lemak berlebih. Variabel pengontrolan berat badan berhubungan secara bermakna pada semua indikator (p<0,05). Sedangkan pola aktivitas fisik tidak bermakna secara statistik.

Simpulan: Terjadi kecenderungan beban ganda masalah gizi pada pelajar putri SMA terutama status gizi lebih pada pelajar putri SMA. Pengontrolan berat badan berhubungan signifikan dengan status gizi, sedangkan aktivitas fisik tidak berhubungan dengan status gizi pelajar putri SMA.

References

Kementerian Kesehatan Indonesia. Pokok-pokok Hasil Riskesdas 2013 [Internet].Jakarta; 2013. Available from: www.litbang.depkes.go.id

BPPK RI. Hasil Riskesdas 2013 [Internet]. 2013. Available from: http://depkes.go.id/downloads /riskesdas2013/Hasil Riskesdas 2013.pdf

Ryde N, Sciences H, Cross K. Disordered Eating and Unhealthy Weight Reduction Practices among Adolescent Females. 2011;756(1996):748–56.

Kementerian Kesehatan RI. Kerangka Kebijakan: Gerakan Nasional Sadar Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan. Jakarta; 2011.

Booth ML, Okely AD, Chey T, Bauman A. The Reliability and Validity of the Adolescent Physical Activity Recall Questionnaire. J Am Collage Sport Med. 2012;1986–95.

Sudibjo P, Arovah NI, A RL. Tingkat Pemahaman Dan Survei Level Aktivitas Fisik, Status Kecukupan Energi Dan Status Antropometrik Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIK UNY. Medikora. 2013;11(2):183–203.

Supariasa IDN. Penilaian Status Gizi.Ester M, editor. Jakarta: EGC; 2014.

Erhardt J. Nutrisurvey software version 2007. 2014.

Permenkes RI. Angka kecukupan gizi yang dianjurkan bagi bangsa Indonesia 2013.Indonesia; 2013.

Jayanti LD, Effendi YH, Sukandar D. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Serta Perilaku Gizi Seimbang Ibu Kaitannya Dengan Status Gizi Dan Kesehatan Balita Di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. J Gizi dan Pangan. 2011;6(3):192–9.

WHO. World Health Organization. “WHO AnthroPlus for personal computers manual: software for assessing growth of the world’s children and adolescents.” Geneva: WHO; 2009.

Suryowati DI. Pengaruh Status Gizi Terhadap Prestasi Akademik Siswa Usia 10-12 Tahun SDN Ngagel. 2005;

Thamrin M, Kusharto C, Setiawan B. Kebiasaan Makan dan Pengetahuan Reproduksi Remaja Putri. J Gizi dan Pangan; 2008;3:124–31.

Rahmi N, Azrimaidaliza, Edmon. Determinan Status Gizi Remaja Putri Di MAN Model.J Kesehat Masy. 2009;3(2):72–6.

Nurcahyani FD. Hubungan Antara Body Image Dan Konsumsi Makanan Dengan Status Gizi Remaja Putri.Universitas Negeri Jember; 2014.

Tarwoto, Aryani R, Nuraeni A, Miradwiyana B, Nurbayani S. Kesehatan Remaja Problem dan Solusinya. Jakarta: Salemba Medika; 2010.

Marita, McCabe, Lina R. Parent, Peer, And Media Influences On Body Image And Strategies To Both Increase And Decrease Body Size Among Adolecent Boys And Girls. Adolesc Med Clin [Internet]. 2001;36(142). Available from: http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail&sub=PenelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=37885

Thøgersen-ntoumani C, Cumming J, Chatzisarantis LD. When feeling attractive matters too much to women: A process underpinning the relation between psychological need satisfaction and unhealthy weight control behaviors.Motiv Emot Springer. 2011;35(4):413–22.

Irianto K. Gizi Seimbang dalam Kesehatan Reproduksi. 1st ed. Bandung: Alfabeta; 2014.

Moore HL. Feminisme dan Anropologi. Jakarta: OBOR (Anggota IKAPI); 1998.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 915
PDF Downloads : 447