Articles

Faktor Risiko Kendali Glikemik Buruk pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kembiritan Kabupaten Banyuwangi

Rizki Yulia Purwitaningtyas , I Wayan Gede Artawan Eka Putra, Dewa Nyoman Wirawan

Rizki Yulia Purwitaningtyas
Udayana University. Email: punk_key05@yahoo.com

I Wayan Gede Artawan Eka Putra
Udayana University

Dewa Nyoman Wirawan
Udayana University
Online First: July 01, 2015 | Cite this Article
Purwitaningtyas, R., Putra, I., Wirawan, D. 2015. Faktor Risiko Kendali Glikemik Buruk pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kembiritan Kabupaten Banyuwangi. Public Health and Preventive Medicine Archive 3(1): 66-71. DOI:10.15562/phpma.v3i1.90


Latar belakang dan tujuan: Jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kembiritan Banyuwangi mengalami peningkatan yaitu sebanyak 160 pada tahun 2013 menjadi 215 orang pada tahun 2014. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko kendali glikemik buruk pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kembiritan Banyuwangi.

Metode: Rancangan penelitian adalah cace control pada 55 penderita diabetes melitus kendali glikemik buruk sebagai kasus dan 55 penderita diabetes melitus kendali glikemik baik sebagai kontrol (1:1), yang dipilih secara acak dari register pasien diabetes mellitus di puskesmas sejak 1 Januari 2014-1 Januari 2015. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara di puskesmas pada bulan Maret-Mei 2015 dengan menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan. Data dianalisis secara univariat, bivariat (uji chi square) dan multivariat dengan metode regresi logistik.

Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa durasi penyakit dan status gizi secara bermakna meningkatkan risiko kendali glikemik buruk masing-masing dengan OR=2,9 (95%CI: 1,20-7,54) dan OR=5,7 (95%CI: 1,82-21,04). Analisis multivariat menunjukkan empat faktor risiko yang meningkatkan kendali glikemik buruk yaitu durasi penyakit dengan adjusted OR=3,8 (95%CI: 1,37-10,59), kepatuhan minum obat dengan adjusted OR=3,7 (95%CI: 1,30-10,59), status gizi dengan adjusted OR=6,6 (95%CI: 2,01-21,44) dan jarak fasilitas kesehatan dengan adjusted OR=3,1 (95%CI: 1,19-7,95).

Simpulan: Faktor risiko kendali glikemik buruk pada penderita diabetes melitus adalah durasi penyakit, kepatuhan minum obat, status gizi dan jarak fasilitas kesehatan.

References

American Diabetes Association. Standards of Medical Care In Diabetes-2015. The Journal of Clinical and Applaied Research and Education. 2015. Vol. 38 Supplement 1.

World Health Organization. Technical Brief for Policy Maker. Geneva, Switzerland. 2008.

RISKESDAS. Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kementrian Kesehatan RI; 2013.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. Laporan Tahunan Seksi Penyakit Tidak Menular. Banyuwangi: Dinkes Kabupaten Banyuwangi; 2013.

Maulana M. Mengenal Diabetes: Panduan Praktis Menganal Penyakit Kencing Manis. Jogjakarta: Katahati; 2008.

International Diabetes Federation. One Adult In Ten Will Have Diabetes By 2030. 2011 Available from: URL:http://www.idf.org.

Kementrian Kesehatan. Deskripsi Kegiatan “Prevention and Control of Diabetes” di Kota Cilegon tahun 2010-2011. Jakarta; 2010.

PERKENI. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: Perkumpulan Endokrinologi Indonesia; 2011.

Soewondo P, Soegondo S, Suastika K, Pranoto A, Soeatmadji D, Tjokroprawiro A. The DiabCare Asia 2008 Study-Outcomes on Control and Complication of Type 2 Diabetic Patients in Indonesia. Medical Journal of Indonesia. 2010; 4 (19):235-244.

Mafauzy M. Diabetes Control and Complications in Public Hospitals in Malaysia. Medical Journal of Malaysia. 2006: 4(61):477-483.

Nitiyanant W, Tandhanand S, Mahtab H, Zhu X, Pan C, Raheia B, Sathe S, Soegondo S, Soewondo S, Kim Y, Embong M, Lantion-Ang L, Lim M, Lee W, Wijesuriya M, Tai T, Chuang L, Le H, Cockram C, Jorgense L, Yoe J. The Diabcare-Asia 1998 Study-Outcomes on Control and Complications. Current Medical Research and Opinion. 2002;18 (5); pp.317-327.

Ahmad SN, Islahudin F, Paraidathatu T. Factors Associeated with Good Glycemic Control Among Patients with Type 2 Diabetes Melitus. Journa of Diabetes Investigation. 2014; 5(5):563-569.

Chua S dan Chan S. Medication Adherence and Achievemen of Glycaemic Targets in Ambulatory Type 2Diabetic Patiens. Journal of Applied Pharmaceutical Science.2011:01(04):55-59.

Imawati F. Hubungan Konsumsi Karbohidrat, Total Energi, Serat, Beban Glikemik dan Latihan Jasmani dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Artikel Penelitian. Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro; 2008. Available from: URL:http://www.undip.ac.id.

Astuti CM. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pengendalian Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di Poloklinik Penyakit Dalam RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang. Artikel Penelitian. Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia; 2013. Available from: URL:http:// lib.ui.ac.id.

Sanal T, Nair N., Adhikari P. Factor Associated With poor Control of Type 2 Diabetes Mellitus: A Systematic Review and Meta Analysis. Journal of Diabetology. 2011 ;1-10.

Nainggolan O, Kristanto Y, Edison H. Determinan Diabetes Melitus Analisis Baseline Data Studi Kohort Penyakit Tidak Menular Bogor 2011. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 2013; 3(16): 331-339.

Heilbronn L, Noakes M, Clifton P. The Effect of High-and Low-Glycemic Index Energy Restricted Diets on Plasma Lipid and Glucose Profiles in Type 2 Diabetic Subjects with Varying Glycemic Control. Journal of the American College of Nutrition.2002:21(2):120-127

Trisnawati SK dan Setyorogo S. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat. Jurnal Kesehatan. 2013;5(1):6-11


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 660
PDF Downloads : 198