Articles

Faktor Risiko Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada Anak di Denpasar

I Made Sudarma Adiputra , I Made Sutarga, Gede Ngurah Indraguna Pinatih

I Made Sudarma Adiputra
Udayana University. Email: dharma_adiputra@yahoo.com

I Made Sutarga
Udayana University

Gede Ngurah Indraguna Pinatih
Udayana University
Online First: July 01, 2015 | Cite this Article
Adiputra, I., Sutarga, I., Pinatih, G. 2015. Faktor Risiko Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada Anak di Denpasar. Public Health and Preventive Medicine Archive 3(1): 35-39. DOI:10.15562/phpma.v3i1.84


Latar belakang dan tujuan: Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah suatu gangguan perkembangan pada anak yang ditandai dengan rendahnya konsentrasi dan aktivitas anak yang berlebihan. Upaya komprehensif diperlukan untuk mencegah terjadinya ADHD dan untuk itu diperlukan pengetahuan yang lebih baik terhadap faktor risiko yang memicu terjadinya ADHD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian ADHD pada anak di Denpasar.

Metode: Rancangan penelitian adalah matched-paired case control. Jumlah sampel sebanyak 38 kasus dan 38 kontrol, yang dipasangkan dalam variabel umur, jenis kelamin dan tempat tinggal. Kasus diperoleh dari Pusat Pelayan Psikologi dan Anak Kebutuhan Khusus Pradnyagama Denpasar. Kontrol dipilih dari lingkungan tempat tinggal kasus. Analisis data dilakukan dengan uji McNemar dan conditional (fixed-effects) logistic regression.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dijumpai dua faktor risiko yang secara statistik bermakna meningkatkan ADHD yaitu BBLR dengan adjusted OR=220,9 (95%CI: 6,9-6991,3) dan genetik dengan adjusted OR=45,5 (95%CI: 3,3-620,9). Faktor risiko paparan asap rokok, kelahiran prematur dan makanan manis tidak bermakna meningkatkan kejadian ADHD.

Simpulan: BBLR dan genetik dijumpai secara bermakna meningkatkan risiko ADHD.

References

Davison GC, Neale J M, Kring AM. Psikologi Abnormal, Edisi-9: Jakarta: Raja Grafindo Persada; 2010.

Santrock dan Jhon W. Life-Spain Development Perkembangan Masa Hidup. Jakarta: Erlangga; 2011.

Azadbakht L. and Esmaillzadeh A. Dietary Patterns And Attention Deficit Hyperactivity Disorder Among Iranian Children: Nutrition Journal. 2012; 3(28):242-9.

Paternotte dan Agra. Attention Déficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Jakarta: Prenada; 2010.

Galih. Hubungan GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian Hiperaktifitas) Dengan Prestasi Belajar Siswa Di SDN Perumnas Bumi Kelapa Dua Tanggerang. Jakarta; 2011.

Haberstick BC, Timberlake D, Hopfer CJ, Lessem JM, Ehringer MA, Genetic and environmental contributions to retrospectively reported DSM-IV childhood attention deficit hyperactivity disorder: Psychological Medicine. 2008; 7(38):1057-66.

Coghill D and Banaschewski T. The Genetics of Attentiondeficit/ Hyperactivity Disorder: Expert Rev. Neurother. 2009;(9):1547–1565.

Biederman J, Petty CR, Wilens TE, Fraire MG, Purcell CA. Familial Risk Analyses of Attention Deficit Hyperactivity Disorder and Substance Use Disorders: The American Journal of Psychiatry. 2008;1(165):107-15.

Strang-Karlsson S, Raikkonen K, Anu-Katriina P, Eero K, Paavonen EJ, Lathi J, et al. Very Low Birth Weight and Behavioral Symptoms of Attention Deficit Hyperactivity Disorder in Young Adulthood: The Helsinki Study of Very-Low-Birth-Weight Adults: The American Journal of Psychiatry. 2008;10(165):1345-53.

Harrison H. ADHD in Children Born Premature, Cited 2013 March 5. Available from: http://www.prematurity.org/research/helenadhd.html.

Melnick M. Study: Preterm Birth Raises the Risk of Childhood ADHD. Cited 2013 March 5.

Available from:http://healthland.time.com/2011 /04/20/study-preterm-birth-raises-the-risk-of-childhood-adhd.

Biedermen J, Milberger S, Faraone SV, Chen L, Jones J. Is maternal smoking during pregnancy a risk factor for attention deficit hyperactivity disorder in children: The American Journal of Psychiatry. 1996;9(153):1138-42.

Pastor PN, Reuben CA. Identified Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder and Medically Attended, Nonfatal Injuries: US School-Age Children, 1997-2002: Ambulatory Pediatrics. 2006;1(6):38-44.

Judarwanto W. Penatalaksanaan Attention Deficit Hyperactive Disorder pada Anak. Terapi Biomedis Gangguan Prilaku (serial online), Cited 2013 March 5 Available from: http://www. puterakembara.org/rm/adhd.shttml.

Sastrooasmoro & Ismael. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi III. Jakarta: Sagung Seto; 2008.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 1208
PDF Downloads : 119