Articles

Faktor Risiko Gizi Buruk dan Gizi Kurang pada Balita di Kabupaten Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur

Kadek Dwi Ariesthi , Kadek Tresna Adhi, Dewa Nyoman Wirawan

Kadek Dwi Ariesthi
Udayana University. Email: dexdwi_jegeg@yahoo.com

Kadek Tresna Adhi
Udayana University

Dewa Nyoman Wirawan
Udayana University
Online First: July 01, 2015 | Cite this Article
Ariesthi, K., Adhi, K., Wirawan, D. 2015. Faktor Risiko Gizi Buruk dan Gizi Kurang pada Balita di Kabupaten Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur. Public Health and Preventive Medicine Archive 3(1): 22-27. DOI:10.15562/phpma.v3i1.82


Latar belakang dan tujuan: Prevalensi gizi buruk dan kurang pada anak usia di bawah lima tahun (balita) di Nusa Tenggara Timur (NTT) menduduki peringkat kedua di Indonesia yaitu sebesar 29,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko gizi buruk dan kurang pada anak balita di NTT.

Metode: Penelitian kasus kontrol dilakukan di Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, yang terdiri dari 38 balita gizi buruk dan gizi kurang sebagai kelompok kasus dan 76 balita sehat sebagai kontrol. Variabel yang diteliti adalah faktor yang berkaitan dengan ibu, anak, pemberian makan pada balita, pelayanan kesehatan dan sanitasi. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara. Data dianalisis secara bivariat untuk mendapatkan crude OR dan  dengan regresi logistik untuk mendapatkan adjusted OR.

Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa  faktor risiko gizi buruk dan gizi kurang pada anak balita adalah pendapatan keluarga, frekuensi sakit anak, pengetahuan ibu, frekuensi ke posyandu dan sumber air. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor risiko yang paling berperan adalah frekuensi sakit pada anak balita (adjusted OR=35,4; 95%CI: 4,8-256,8),  pendapatan keluarga (adjusted OR=14,9; 95%CI: 2,1-100,9), pengetahuan ibu tentang gizi (adjusted  OR=9,8; 95%CI:1,4-66,1), frekuensi ke posyandu (adjusted OR=9,0; 95%CI: 1,6-50,7) dan sumber air minum (adjusted  OR=7,1; 95%CI: 1,1-45,5).

Simpulan: Frekuensi sakit balita, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu tentang gizi, frekuensi ke posyandu dan sumber air minum  merupakan faktor risiko gizi buruk dan gizi kurang di Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT

References

UNICEF. Tracking Progress In Child And Maternal Nutrition. Oxford: Oxford University Press; 2009.

WHO. Children: Reducing Mortality. Geneva: World Health Organization; 2013.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2010. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI; 2010.

Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Profil Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur. Kupang; 2010.

Puskesmas Kori. Profil Puskesmas Kori. Tambolaka; 2013.

Mosley WH, Chen LC. An Analytical Framework for the Study of Child Survival in Developing Countries. Popul Dev Rev; 1984.

Diah M. Determinan Status Gizi Balita di Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang [Tesis]. Denpasar: Program Pasca Sarjana Universitas Udayana; 2011.

Anwar. Determinan Status Gizi di Lombok Timur. Yogyakarta: J Gizi Klinik Indonesia 2005; 2(3): 151-160.

Istiono W. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Balita. Berita Kedokteran Masyarakat 2009; 25(3): 150-155.

Kusriadi. Analisis Faktor Resiko yang Mempengaruhi Kejadian Kurang Gizi pada Anak Balita Di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) [Tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor; 2010.

Basuki U. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Baduta (6-23 bulan) pada Keluarga Miskin dan Keluarga Tidak Miskin di Kota Bandar Lampung (Tesis). Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia; 2003.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 914
PDF Downloads : 240