Articles

Konsumsi Besi Folat, Tingkat Kecukupan Energi dan Zat Besi Berhubungan dengan Kejadian Anemia Ibu Hamil di Kabupaten Jember

Wahyu Setyaningsih , Luh Seri Ani, Ni Wayan Arya Utami

Wahyu Setyaningsih
Udayana University. Email: wahyu_setyaningsih14@yahoo.com

Luh Seri Ani
Udayana University

Ni Wayan Arya Utami
Udayana University
Online First: July 01, 2015 | Cite this Article
Setyaningsih, W., Ani, L., Utami, N. 2015. Konsumsi Besi Folat, Tingkat Kecukupan Energi dan Zat Besi Berhubungan dengan Kejadian Anemia Ibu Hamil di Kabupaten Jember. Public Health and Preventive Medicine Archive 3(1): 3-10. DOI:10.15562/phpma.v3i1.79


Latar belakang dan tujuan: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi besi folat, tingkat kecukupan energi dan zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional yang dilaksanakan di delapan puskesmas di Kabupaten Jember, Jawa Timur dengan subjek 128 ibu hamil yang dipilih dengan metode stratified random sampling dari kohor ibu hamil di masing-masing puskesmas. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan mempergunakan semiquantitative food frequency questionnaire, mengukur lingkar lengan atas dan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan Easy Touch GCHb (Bioptik Technology Inc, China). Analisis data dilakukan secara bivariat dan multivariat.

Hasil: Kejadian anemia pada ibu hamil di Kabupaten Jember didapatkan sebesar 60,16% (95%CI:51,76-68,56). Dari hasil analisis multivariat dengan regresi logistik diperoleh bahwa variabel-variabel yang secara statistik bermakna menurunkan risiko terjadinya anemia pada ibu hamil ialah: pendapatan (adjusted OR=0,09; 95%CI: 0,03-0,51), konsumsi besi folat (adjusted OR=0,16; 95%CI:  0,04-0,69), tingkat kecukupan energi (adjusted OR=0,06; 95%CI: 0,01-0,33) dan kecukupan zat besi (adjusted OR=0,11; 95%CI: 0,01-0,90).

Simpulan: Pendapatan, asupan bahan pangan tinggi energi dan zat besi, serta konsumsi besi folat dijumpai secara bermakna menurunkan risiko kejadian anemia pada ibu hamil.

References

BPS, BKKBN, Kementerian Kesehatan RI & ICF International. Demographic and Health Survey 2012. Jakarta: BPS, BKKBN, Kemenkes, dan ICF International; 2013.

BAPPENAS. Peta Jalan Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium di Indonesia. Jakarta: BAPPENAS; 2010.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI. Pokok-Pokok Hasil RISKESDAS Indonesia 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2014.

Centers for Disease Control and Prevention. Worldwide Prevalence of Anaemia 1993-2005 (WHO Global Database on Anaemia). 2005.

Departemen Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2008. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2009.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Tahun 2013. Jember: Dinas Kesehatan Kabupaten Jember; 2014.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Tahun 2012. Jember: Dinas Kesehatan Kabupaten Jember; 2013.

Sumarno, I. Faktor Risiko Kurang Energi Kronis Pada Ibu Hamil di Jawa Barat (Analisis Lanjutan). Penelitian Gizi Masyarakat 2005; 28: 66–73.

Huriyah, H., Tyastuti, S. & Suherni. Hubungan Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Mantrijeron Tahun 2011. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak 2011; 3.

Kementerian Kesehatan RI. Kerangka Kebijakan Gerakan Sadar Gizi dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2012.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Tahun 2014. Jember: Dinas Kesehatan Kabupaten Jember; 2015.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI. Pokok-Pokok Hasil RISKESDAS Indonesia 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013.

WHO, UNICEF & UNU. Iron Deficiency Anaemia: Assessment, Prevention and Control, A Guide for Programme Managers. Geneva: World Health Organization; 2001.

WHO. Haemoglobin Concentrations For The Diagnosis of Anaemia and Assessment of Severity. Geneva: World Health Organization; 2011.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS 2013). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013.

Wabula, W. M., Suryadhi, N. T. & Seri-Ani, L. Hubungan Antara Konsumsi Tablet Besi dan Infeksi Malaria dengan Anemia Pada Ibu Hamil di Kota Ambon tesis. Universitas Udayana. 2014.

Aikawa, R., Jimba, M., Nguen, K. & Binns, C. Prenatal Iron Suplementation in Rural Vietnam. Journal Clinical Nutrition 2007; 62(8): 946–952.

Sandoval, C., Jayabose, S. & Eden, A. Trend in Diagnosis and Management of Iron Deficiency During Infancy and Early Childhood. Hematology/Oncology Clinics of North America 2004.

Setya, D., Rahardjo, B. & Juniarti, A. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sosial Ekonomi dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kabupaten Sidoarjo. 2011.

Ahmed, F., Mahmuda, I., Sattar, A. & Akhtaruzzaman, M. Anaemia and Vitamin A Deficiency in Poor Urban Pregnant Women of Bangladesh. Asia Pasific Journal Clinical Nutrition 2003. 12: 460–466.

BAPPENAS. Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi 2006-2010. Jakarta: BAPPENAS; 2010.

Sirajuddin & Gani, K. Analisis Hubungan Pengeluaran, Asupan Protein dan Kejadian Kurang Energi Kronik Pada Wanita Dewasa di Sulawesi Selatan. Media Gizi Pangan X, 44–49 (2010).

Nursari, D. Gambaran Kejadian Anemia Pada Remaja Putri SMP Negeri 18 Kota Bogor Tahun 2009. 2010.

Yuliantini, H. & Mifbakhuddin. Hubungan Antara Konsumsi Energi dan Protein dengan Status Gizi Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas I Sukoharjo. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia 2004; 1(2): 80–89.

Argana, G., Kusharisupeni & Utari, D. M. Vitamin C Sebagai Faktor Dominan Untuk Kadar Hemoglobin Pada Wanita Usia 20-35 Tahun. Journal Kedokteran Trisakti 2004; 23(1).

Syamsianah, A. & Handarsari, E. Ketersediaan Sumber Zat Besi, Zat Pemacu dan Penghambat Absorpsi Zat Besi dalam Hubungannya dengan Kadar Hb dan Daya Tahan Fisik Atlet Senam Persani Jateng. Jurnal Litbang Universitas Muhammadiyah Semarang 2007; 261–271.

Misterianingtiyas, W., Asmaningsih, E. & Pudjirahaju, A. Hubungan Tingkat Konsumsi Energi dan Zat Gizi dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester II Di Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. 2006.

Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama; 2009.

Adriani, M. & Wijatmadi, B. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group; 2012.

Seri-Ani, L. Buku Saku Anemia Defisiensi Besi Masa Prahamil dan Hamil. Jakarta: EGC; 2013.

Andarina, D. & Sumarmi, S. Hubungan Konsumsi Protein Hewani dan Zat Besi dengan Kadar Hemoglobin pada Balita Usia 13 – 36 Bulan. The Indonesian Journal of Public Health 2006; 3(1): 19–23.

Jafar, N. Peranan Gizi Pada Anemia Ibu Hamil. 2012.

Harnany, A. S. Pengaruh Tabu Makanan, Tingkat Kecukupan Gizi, Konsumsi Tablet Besi, dan Teh Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil di Kota Pekalongan Tahun 2006. 2006.

Cakrawati, D. & Mustika, N. Bahan Pangan, Gizi, dan Kesehatan. Bandung: CV. Alfabeta; 2012.

Fatmah. Diagnostic Test of Predicted Height Model in Indonesian Elderly: Study in an Urban Area. Medical Journal of Indonesia 2010; 19(3): 199–204.

Ariyani, D. E., Achadi, E. L. & Irawati, A. Validitas Lingkar Lengan Atas Mendeteksi Risiko Kekurangan Energi Kronis pada Wanita Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional 2012; 7(2): 83–90.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 1035
PDF Downloads : 248