Articles

Faktor Risiko Kehamilan Usia Remaja di Bali: Penelitian Case Control

Dewi Aprelia Meriyani , Desak Putu Yuli Kurniati, Pande Putu Januraga

Dewi Aprelia Meriyani
Universitas Udayana. Email: aprelia_meriyani@yahoo.co.id

Desak Putu Yuli Kurniati
Universitas Udayana

Pande Putu Januraga
Universitas Udayana
Online First: December 01, 2016 | Cite this Article
Meriyani, D., Kurniati, D., Januraga, P. 2016. Faktor Risiko Kehamilan Usia Remaja di Bali: Penelitian Case Control. Public Health and Preventive Medicine Archive 4(2): 160-164. DOI:10.15562/phpma.v4i2.75


Latar belakang dan tujuan: Kehamilan usia remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Data Survei Demografi dan Kesehatan  Indonesia 2012 menunjukkan bahwa 9,5% wanita usia 15-19 tahun sudah melahirkan atau hamil anak pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kehamilan remaja.

Metode: Penelitian dilakukan di Kecamatan Kintamani, Bangli, Provinsi Bali.  Rancangan penelitian adalah kasus kontrol dengan responden sebanyak 96 orang. Kelompok kasus adalah remaja yang hamil usia <20 tahun, sebanyak 32 orang dan kontrol adalah remaja usia <20 tahun yang tidak hamil dan belum menikah sebanyak 64 orang. Kasus diambil dari semua remaja hamil usia <20 tahun yang tercatat di register ibu hamil Puskesmas Kintamani I dan VI. Kontrol diambil secara acak dari daftar remaja putri yang ada di kelompok muda mudi wilayah kerja kedua puskesmas. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara di rumah masing-masing responden. Data dianalisis secara bivariat (uji chi square) dan multivariat menggunakan regresi logistik.

Hasil: Faktor risiko yang dijumpai berhubungan dengan kehamilan usia remaja adalah pergaulan dengan teman sebaya yang negatif dengan adjusted OR (AOR)=71,6 (95%CI: 9,4-545,2); remaja yang memiliki kesempatan untuk melakukan hubungan seksual (AOR=17,7; 95%CI: 3,2-98,2); pengetahuan remaja yang kurang tentang kesehatan reproduksi dan kehamilan usia remaja (AOR=12,8; 95%CI: 2,5-66,5) dan penghasilan keluarga yang lebih tinggi (AOR=5,8; 95%CI: 1,3-26,6). Pendidikan responden dan paparan pornografi dijumpai tidak berhubungan dengan kehamilan usia remaja.

Simpulan: Pergaulan dengan teman sebaya yang negatif, kesempatan untuk melakukan hubungan seksual, pengetahuan yang kurang dan penghasilan keluarga yang lebih tinggi dijumpai sebagai faktor risiko kehamilan usia remaja.

References

Kementerian Kesehatan. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Kemenkes RI; 2012.

Manuaba IBG. Dkk. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB Untuk Pendidikan Bidan. 2nd ed. Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 2010.

Fallis A. Resiko Kehamilan Usia Muda Terhadap Kesehatan Ibu dan Anak. J Chem Inf Model. 2013;53(9):1689–99.

Rachmawati IN. Kehamilan dan melahirkan pada remaja. Jakarta; 2008.

Badan Pusat Statistik, Badan Koordinasi Keluarga Berencanan Nasional, Departemen Kesehatan, Macro International. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012. SDKI. Jakarta: BPS, BKKBN, Depkes RI; 2013.

Tubung Y, Hariani H, Nani S, Makassar H, Asia E. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kehamilan Diusia Muda Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Siti Fatimah Makassar. ISSN 2320-1721. 2013;2:1–9.

Rachmawati IN. Pelatihan Kesehatan Reproduksi Remaja Untuk Mencegah Kematian Perinatal Kematian Perinatal. Jakarta; 2008.

Anonim. Laporan KOHORT Puskesmas Kintamani 1. 2015.

Anonim. Laporan KOHORT Puskesmas Kintamani 6. 2015.

Dewi I. Pengaruh Faktor Personal dan Lingkungan terhadap Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja di SMA Negeri 1 Baturraden dan SMA Negeri 1 Purwokerto [Internet]. Universitas Diponogoro; 2009 [cited 2014 Oct 13].

Azinar M. Perilaku Seksual Pranikah Beresiko Terhadap Kehamilan Tidak Diinginkan. J Kesehat Masy. 2013;8 (2):153–60.

Aryani R. Kesehatan Remaja Problem dan Solusinya. Jakarta: Salemba Medika; 2010.

Saepudin A. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Desa Setianagara Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Tahun 2008. 2008;1–9.

Omar K, Muhammad NA. Adolescent pregnancy outcomes and risk factors in Malaysia. Int J Gynecol Obstet. 2015;111(November):220–3.

Morón-duarte LS, Latorre C, Tovar JR. Risk factors for adolescent pregnancy in Bogotá , Colombia , 2010 : a case-control study Study design. Pan Am J Public Heal. 2014;36(5):179–84.

Katayamoyo P. Determinants Of Teenage Pregnancy In Lusaka District [Internet]. University of Zambia; 2010.

Goicolea I, Wulff M, Öhman A, Sebastian MS. Risk factors for pregnancy among adolescent girls in Ecuador ’ s Amazon basin : a case-control study. Rev Pamam Salud Publica, Pan Am J Public Heal. 2009;26(1):221–8.

Aryani Devi dkk. Membuka Wawasan Dan Paradigma Sehat. ISSN 2252-9632. 2013;V:5–10.

Putri AF. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Seks Pranikah Pada Remaja Sma Di Rengat Kabupaten Indragiri Hulu. Riau: Universitas Riau; 2012.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 694
PDF Downloads : 257