Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Bidan dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Kabupaten Badung

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Angka Kematian Bayi (AKB) di Bali dan juga di Indonesia masih tinggi sementara proporsi pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan penuh masih sangat rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif adalah dengan inisiasi menyusu dini (IMD) yaitu pemberian ASI pada bayi segera setelah lahir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan IMD oleh bidan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Metode: Rancangan penelitian adalah survei cross-sectional pada 61 bidan praktek mandiri sebagai responden di Kabupaten Badung. Responden adalah semua bidan praktek mandiri di tiga kecamatan yang dipilih secara purposive dari enam kecamatan yang ada di Kabupaten Badung. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diisi sendiri oleh bidan dan dianalisis secara bivariat dengan uji chi-square dan multivariat dengan poisson regression.

Hasil: Pelaksanaan IMD diterapkan oleh 62,3% responden. Pada kelompok bidan yang menolong persalinan >4 pasien per bulan secara bermakna lebih banyak menerapkan IMD dibandingkan dengan bidan yang menolong persalinan ≤4 per bulan yaitu 83,3% vs 57,1% (p=0,008). Penerapan IMD dijumpai berbeda secara bermakna pada bidan dengan pengetahuan yang lebih tinggi yaitu 84,6% vs 45,7% (p=0,002), sikap yang positif yaitu 79,1% vs 22,2% (p=<0,001) dan bidan yang pernah mendapat supervisi yaitu 77,5% vs 33,3% (p=0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan IMD adalah pengetahuan dengan APR=1,48 (95%CI: 1,03-2,13) dan sikap dengan APR=2,62 (95%CI: 1,10-6,24).

Simpulan: Pengetahuan dan sikap berhubungan secara signifikan dengan pelaksanaan IMD oleh bidan

References

  1. Toward the Health-Related Millenium Developmen Goals; 2010.
  2. Kemenkes RI. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2012. Jakarta: Kemenkes RI; 2013.
  3. Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Profil Kesehatan Propinsi Bali tahun 2013. Denpasar: Dinkes Provinsi Bali; 2014.
  4. World Health Organization (WHO).Development of a strategy towards promoting optimal fetal growth; 2015.
  5. Roesli, U. Inisiasi Menyusu Dini Plus ASI Eksklusif. Jakarta; 2008.
  6. Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, departemen Kesehatan, Republik Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI; 2013.
  7. Fikawati & Syafiq. Kajian Implementasi dan Kebijakan Air Susu Ibu Eksklusif dan Inisiasi Menyusui Dini di Indonesia, Makara, Kesehatan; 2010; 14(1):17-24.
  8. Edmond KM, Zandoh C, Quigley MA, Amenga-Etego S, Owusu-Agyei S, Kirkwood BR. Delayed breastfeeding initiation increases risk of neonatal mortality. Pediatrics; 2006;117:380-6.
  9. WHO. Eclusive Breastfeeding. Program and Project. Available at:http://www.who.int/ nutrition/topics/eclusive_breasfeed/en/index.html. 2011
  10. Fikawati & Syafiq. Hubungan Antara Menyusui Segera (Immediate Breastfeeding) dan Pemberian ASI eksklusif Sampai Dengan Empat Bulan. Kedokteran Trisakti; 2003; 22(2).
  11. Setiarini, T. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan di RSIA Budi Kemuliaan Jakarta tahun 2012 (tesis). Jakarta: Universitas Indonesia; 2012.
  12. Mardiah. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Dalam Mendukung Program Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Kota Pekan Baru. (tesis); Sumatera Utara: Universitas Sumatera Utara; 2011.
  13. Rati, S. Djunaidi M. Dachlan, Sukmawati. Perilaku Ibu Post Partum Dalam Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Di Puskesmas Batua Kota Makassar (tesis). Makassar: Universitas Hassanudin; 2012.
  14. Putri, R., dkk. Pengaruh Faktor Instrinsik dan eksktrinsik Terhadap Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini oleh Bidan di Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Pasuruan Jurnal Kedokteran Brawijaya; 2015; 28(3).
  15. Hajrah. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Bidan Dalam Pelaksanaan IMD di Kabupaten Berau (Skripsi). Jakarta: Universitas Indonesia; 2012.
  16. World Health Organization. A Guide To Developing Knowledge, Attitude And Practice Surrveys. Available at: http://whqlibdoc.who.int/ publi- cations/2008/9789241596176_eng.pdf.
  17. Widodo, H. Hubungan Pengetahuan Terhadap Sikap Bidan Dalam Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kapuas. Dinamika Kesehatan; 2014; Vol.14.
  18. Ulandari, D. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini oleh Bidan Praktek Swasta di Kota Palembang tahun 2012. Jurnal Kebidanan; 2012.

How to Cite

Sudemi, L., Adhi, K. T., & Duarsa, D. P. (2016). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Bidan dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Kabupaten Badung. Public Health and Preventive Medicine Archive, 4(2), 155–159. https://doi.org/10.15562/phpma.v4i2.74

HTML
161

Total
86 168

Share

Search Panel

Luh Sudemi
Google Scholar
Pubmed
Phpma Journal


Kadek Tresna Adhi
Google Scholar
Pubmed
Phpma Journal


Dyah Pradnyaparamita Duarsa
Google Scholar
Pubmed
Phpma Journal