Articles

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif pada Ibu Beraktivitas dalam Rumah di Kabupaten Tabanan

Hesteria Friska Armynia Subratha , I Wayan Gede Artawan Eka Putra, Dyah Pradnyaparamita Duarsa

Hesteria Friska Armynia Subratha
Universitas Udayana. Email: hesteria.friska@yahoo.com

I Wayan Gede Artawan Eka Putra
Universitas udayana

Dyah Pradnyaparamita Duarsa
Universitas Udayana
Online First: December 01, 2016 | Cite this Article
Subratha, H., Putra, I., Duarsa, D. 2016. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif pada Ibu Beraktivitas dalam Rumah di Kabupaten Tabanan. Public Health and Preventive Medicine Archive 4(2): 142-147. DOI:10.15562/phpma.v4i2.72


Latar belakang dan tujuan: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu yang bekerja dan meninggalkan bayinya di rumah lebih dari delapan jam sehari banyak yang tidak memberikan ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi pemberian ASI ekslusif pada ibu yang beraktivitas dalam rumah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Metode: Penelitian survei cross sectional dilakukan pada ibu yang memiliki bayi berumur 6-12 bulan dengan sampel sebanyak 132 orang yang dipilih secara convenience di wilayah kerja Puskesmas Marga I Tabanan. Pengumpulan data dilakukan Bulan Maret-April 2016 dengan wawancara di rumah responden tentang: karakteristik sosial-demografi, pengetahuan, persepsi, konseling selama kehamilan dan persalinan, inisiasi menyusu dini (IMD), dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan dan pemberian ASI eksklusif. Data dianalisis dengan STATA 12.1 secara univariat, bivariat (dengan chi square test) dan multivariat menggunakan regresi poisson.

Hasil: Sebanyak 66,67% responden memberikan ASI eksklusif  secara penuh dalam waktu 6 bulan. Alasan yang dikemukankan oleh responden tidak memberikan ASI eksklusif 6 bulan adalah ASI tidak mencukupi (32,58%), ASI tidak keluar (13,64%), nasehat keluarga (8,33%), bayi tidak mau disusui (6,06%), nasehat tenaga kesehatan (2,27%) dan agar payudara tidak berubah bentuk (1,52%). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif  adalah paritas <3 (adjusted PR=1,50; 95%CI: 1,01-2,15), memberikan IMD (APR=1,80; 95%CI: 1,13-2,90) dan dukungan keluarga (APR=1,4; 95%CI: 1,10-1,76).

Simpulan: Faktor yang secara signifikan berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah paritas <3, IMD dan dukungan keluarga yang baik. 

References

UNDP. Sustainable Development Goals (SDGs). UNDP; 2015.

Kementerian Keehatan RI. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012. Jakarta: Kemenkes RI; 2013.

IDAI. Air Susu Ibu dan Pengendalian Infeksi. Jakarta; 2013.

Kementerian Kesehatan RI. Acara puncak Pekan ASI Sedunia (PAS) tahun 2014. Jakarta: Kemenkes RI; 2014.

Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI; 2013.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Profil Kesehatan Provinsi Bali 2014. Denpasar: 2014 Bali; 2015.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan. Profil Kesehatan Kabupaten Tabanan 2014. Tabanan: Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan; 2015.

Sri, R. Studi fenomenologi: pengalaman menyusui eksklusif ibu bekerja di wilayah Kendal Jawa Tengah. Semarang. Universitas Muhamadiyah Dalam Media Ners: 2008; 2(1). ,

Rahayu, D.A. Tingkat Pengetahuan tentang Penyimpanan ASI pada Ibu Bekerja di Asrama Polisi Kaliasari Semarang Kecamatan Semarang Selatan. FIKKES Jurnal Keperawatan; 2008; 1(2):: 57-66

Kurniawan, B. Determinan Keberhasilan Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Jurnal Kedokteran Brawijaya; 2013; 27(4).

Juliastuti, R., Hubungan Tingkat Pengetahuan, Status Pekerjaan Ibu, dan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Pemberian ASI Eksklusif. Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.; 2011.

Ambarawati, R. 2004. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Binaan Puskesmas Padangsari Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Tahun 2004. Semarang: Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

Widiani. Persepsi Ibu dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Ekslusif pada Ibu Bekerja dan Ibu Tidak Bekerja di Kabupaten Tabanan Tahun 2011. Denpasar: Program Pascasarjana Universitas Udayana; 2011,

Wijaya, R.. Praktek pemberian ASI dan MP-ASI serta status gizi bayi usia 6-8 bulan pada ibu bekerja dan tidak bekerja. Bogor: Fakultas Pertanian IPB; 2002.

Senthivel, V., dkk. A study of breast feeding practices among non-working women in rural area of Puducherry. Indian Journal Of Maternal And Child Health; 2011; 13(3).

Trisnawati, I. Hubungan Status Gizi Ibu Selama Hamil dengan Persepsi Kemampuan Laktasi (PKL) di Wilayah Puskesmas PONED Karawang Tahun 2010. Tesis. Depok: FKM UI; 2010.

Ebrahim. Air Susu Ibu. Jakarta: Yayasan Essentia Medica; 1978.

Fikawati, S. dan Syafiq, A. Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Praktik Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional; 2009; 4(3).

Yamin, M.. Faktor-Faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif oleh Ibu Bayi yang berumur 6-12 bulan di Kecamatan Metro Timur Kota Lampung Tahun 2007. Depok: Tesis FKM UI; 2007.

Nuraini. Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Pemberian ASI Ekslusif di Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas Tahun 2009 (tesis); 2009.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 419
PDF Downloads : 148