Articles

Prediktor Tercapainya Gizi Normal: Studi Longitudinal pada Anak Gizi Kurang yang Menggunakan Antiretroviral di Bali

Haryadi Haryadi , Anak Agung Sagung Sawitri, Ketut Dewi Kumara Wati, I Wayan Gede Artawan Eka Putra, Ketut Tuti Parwati Merati

Haryadi Haryadi
Universitas Udayana. Email: haryadiarashyd@gmail.com

Anak Agung Sagung Sawitri
Universitas Udayana

Ketut Dewi Kumara Wati
Universitas Udayana

I Wayan Gede Artawan Eka Putra
Udayana University

Ketut Tuti Parwati Merati
Universitas Udayana
Online First: December 01, 2016 | Cite this Article
Haryadi, H., Sawitri, A., Wati, K., Putra, I., Merati, K. 2016. Prediktor Tercapainya Gizi Normal: Studi Longitudinal pada Anak Gizi Kurang yang Menggunakan Antiretroviral di Bali. Public Health and Preventive Medicine Archive 4(2): 130-136. DOI:10.15562/phpma.v4i2.70


Latar belakang dan tujuan: Anak dengan HIV/AIDS sering memiliki gizi kurang. Antiretroviral terapi (ART) mempengaruhi peningkatan status gizi, namun informasi tentang prediktor yang mempengaruhi perubahan status gizi anak dengan HIV masih terbatas dan menunjukkan hasil yang tidak konsisten.

Metode: Telah dilakukan penelitian analisis survival secara retrospektif dari data sekunder pada 84 anak gizi kurang yang menjalani ART di RSUP Sanglah tahun 2010-2015. Karakteristik demografi, klinis dan sosial-ekonomi saat memulai ART dihubungkan dengan tercapainya status gizi normal (nilai z-score ≥-2 SD). Kaplan-Meier digunakan untuk mendapatkan angka insiden dan median time tercapainya status gizi normal. Prediktor dianalisis dengan status gizi menggunakan cox proportional hazard model.

Hasil: Sebanyak 73,81% anak mencapai gizi normal, insiden tercapainya gizi normal dijumpai 19 per 100 anak bulan dan median time 4 bulan 10 hari. Anak dengan berat badan lahir ≥2500 gr (AHR=5,41; 95%CI:1,76-16,61), tidak mengalami infeksi kandidiasis (AHR=3,72; 95%CI:1,27-10,93), Stadium Klinis III WHO dengan AHR=1,6 (95%CI: 1,08-4,24), Stadium Klinis II WHO dengan AHR 4,49 (95%CI 1,95-10,79); serta lag time ART yang lebih cepat (AHR=0,91; 95%CI:0,83-0,98) dijumpai sebagai prediktor tercapainya status gizi normal pada anak.

Simpulan: Kondisi klinis anak merupakan prediktor tercapainya status gizi normal.

References

UNAIDS. Children and HIV Fact Sheet July 2014; 2014.

Ditjen PP & PL Kemenkes RI. Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia Dilaporkan s/d September 2014; 2014.

Dinas Kesehatan Prov Bali. Situasi Kasus HIV/AIDS di Provinsi Bali Menurut Kelompok Risiko dan Jenis Kelamin Kumulatif dari Tahun 1987 S/D Juni 2014; 2014.

Almatsier, S. Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan. Jakarta. Gramedia; 2011.

Sutcliffe CG. Weight and Height Z-Scores Improve After Initiating ART Among HIV-Infected Children in Rural Zambia: a Cohort Study; 2011.

Muhangi L. Maternal HIV Infection and Other Factors Associated with Growth Outcomes of HIV-Uninfected Infants in ENTEBBE, Uganda.Public Health Nutrition; 2013.

Nugroho AA. Faktor Determinan Peningkatan Berat Badan dan Jumlah CD4 Anak HIV/AIDS Setelah Enam Bulan Terapi Antiretroviral. Jurnal Media Medika Muda; 2014.

WHO. Antiretroviral therapy. Available at: http://www.who.int/topics/antiretroviral_therapy/en/ [Accessed Mei, 15, 2015]; 2014

Kariminia A. Weight as Predictors of Clinical Progression and Treatment Failure: Results From the TREAT Asia Pediatric HIV Observational Database (TApHOD). National Institutes of Health; 2014.

Shet A. Anemia and Growth Failure Among HIV Infected Children in India. BMC Pediatrics 2009; 9:37-48.

Kementerian Kesehatan RI.Pedoman Penerapan Terapi HIV pada Anak; 2014.

Bailey RC. Growth of Children According to Maternal and Child HIV, Immunological and Disease Characteristics: a Prospective Cohort Study in KINSHASA, Democratic Republic of Congo. Int J Epidemiol; 1999; 28(3): 532–40.

Sunguya BF. Undernutrition Among HIV-Positive Children in Dar es Salaam, Tanzania: Antiretroviral Therapy Alone is Not Enough. BMC Public Health; 2013: 11-869.

Kementerian Kesehatan RI. Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. Buku Saku; 2013.

Darmadi. Diagnosis dan Tatalaksana Infeksi HIV pada Neonatus. Majalah kedokteran Andalas; 2012; 1.

Mwiru RS. Growth Among HIV-Infected Children Receiving Antiretroviral Therapy in Dar es Salaam, Tanzania. Journal of tropical pediatrics; 2014.

Muhangi L. Maternal HIV Infection and Other Factors Associated with Growth Outcomes of HIV-Uninfected Infants in ENTEBBE, Uganda. Public Health Nutrition; 2013.

McGrath CJ. The Prevalence of Stunting is High in HIV-1-Exposed Uninfected Infants in Kenya. J Nutr; 2012; 142(4): 757–63.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 279
PDF Downloads : 95