Articles

Faktor yang Berhubungan dengan Praktik Pemberian Vaksinasi Rabies Anjing di Kecamatan Bebandem

I Nyoman Sudiatmika , Dewa Nyoman Wirawan, Made Pasek Kardiwinata

I Nyoman Sudiatmika
Universitas Udayana. Email: nym.sudiatmika42@yahoo.com

Dewa Nyoman Wirawan
Universitas Udayana

Made Pasek Kardiwinata
Universitas Udayana
Online First: December 01, 2016 | Cite this Article
Sudiatmika, I., Wirawan, D., Kardiwinata, M. 2016. Faktor yang Berhubungan dengan Praktik Pemberian Vaksinasi Rabies Anjing di Kecamatan Bebandem. Public Health and Preventive Medicine Archive 4(2): 120-125. DOI:10.15562/phpma.v4i2.68


Latar belakang dan tujuan: Kasus rabies pertama dilaporkan di Provinsi Bali pada Bulan November tahun 2008, dimana sebelumnya Bali dinyatakan bebas rabies. Epidemi rabies menyebar dengan cepat ke semua kabupaten di Bali, termasuk Kabupaten Karangasem. Sampai dengan Desember 2015 kasus rabies yang dilaporkan di Bali sebanyak 163 kasus dan semuanya tertular melalui gigitan anjing.  Jumlah anjing di Bali diperkirakan 411.153 ekor. Cakupan imunisasi pada anjing dari tahun 2009 sampai 2015 dilaporkan 55,0-76,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi rumah tangga di Kecamatan Bebandem yang telah memberikan vaksinasi pada anjingnya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Metode: Penelitian survei cross sectional dilakukan di dua desa di Kecamatan Bebandem dengan sampel 110 kepala keluarga yang dipilih secara acak sistematik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tentang: sosio-demografi, pengetahuan, sikap, persepsi, jenis fasilitas pelayanan vaksinasi, jarak pelayanan vaksinasi, himbauan petugas peternakan/kepala desa dan penyuluhan yang diterima. Analisis multivariat dilakukan dengan regresi poisson untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel di atas dengan pemberian vaksin.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 88% rumah tangga telah memberikan vaksinasi pada anjingnya. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemberian vaksin rabies pada anjing adalah: pernah mengikuti penyuluhan (APR=2,37; 95%CI: 1,34-4,18); penghasilan keluaarga (APR=1,16; 95%CI: 1,03-1,31) dan persepsi terhadap rabies (APR=3,09; 95%CI: 1,20-7,97). Dalam penelitian ini tidak dijumpai hubungan yang bermakna antara variabel pendidikan, pengetahuan dan sikap dengan vaksinasi rabies pada anjing.

Simpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian vaksinasi rabies pada anjing adalah pernah mengikuti penyuluhan, penghasilan keluarga dan persepsi.

References

Depkes RI. Penatalaksanaan Kasus Gigitan Hewan Tersangka/Rabies. Subdit Pengendalian Zoonosis. Jakarta: Dit PPBB, Ditjen PP & PL; 2011.

Departemen Kesehatan RI. Kejadian Luar Biasa Rabies. Jakarta: Departemen Kesehata RI; 2010.

Dinas Kesehatan. Pelaksanaan Program Pemberantasan Penyakit Rabies di Bali. Denpasar: Dinas Kesehatan Propinsi Bali; 2015.

Dinkes Kab. Karangasem. Laporan Kegiatan Penanggulangan dan Pengendalian Rabies. Amlapura: Dinkes Kab. Karangasem; 2015.

Dinas Peternakan, Kelautan, dan Pertanian. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak, Dinas Peternakan, Kelautan, dan Pertanian Kab. Karangasem. Amlapura: Dinas Peternakan, Kelautan, dan Pertanian 2014.

Putra. Bali Belum Bebas Rabies, 4500 Gigitan Anjing per Bulan. Fakultas Kedokteran Hewan UGM; 2012.

Naipospos, T.S. Vaksinasi Rutin Cegah Rabies: mungkinkah Indonesia. 2010. bebas?http:// tatvetblog.Blogspot.com/2010/03/vaksinasi-rutin-cegah-rabies-mungkinkah.html. Akses 9 Januari 2015.

Ganefa, Siti. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Ketidakpatuhan Pemilik Anjing memberikan Vaksinasi Rabies pada Anjingnya di Kotip Cimahi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat tahun 2000. Tesis. UI. Jakarta; 2001.

Hontong, O. Hubungan Pengetahuan dan Sikap masyarakat dengan Tindakan Pencegahan Rabies di Puskesmas Bengkol Kota Manado Tahun 2012.Skripsi. Manado: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi; 2012.

Lumbantoruan, Efelina. Pengaruh Karakteristik Individu Terhadap Tindakan Pemilik Anjing dalam Pencegahan Penyakit Rabies di Desa Namoriam Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2007, Skripsi. Medan: USU; 2007.

Malahayati. E. Pengaruh Karakteristik Pemilik Anjing Terhadap Partisipasinya dalam Program Pencegahan Penyakit Rabies di Kelurahan Kwala Bekala Kecamaan Meda Johor Kota Medan; 2009.

Moningka, F. Hubungan antara pengetahuan dan Sikap Pemilik Anjing dengan Tindakan Pencegahan Rabies di Wilayah Kerja Puskesmas Ongkau Kabupaten Minahasa Selatan. Tesis. Program Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado; 2013.

Yusra. Pengaruh Karakteristik Pemilik Anjing terhadap Tindakannya dalam Pencegahan Penyakit Rabies di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Panas Kabupaten Solok Sumatera Barat Tahun 2007, Skripsi. Medan: USU; 2007.

Sarwono, S. Sosiologi Kesehatan, Beberapa Konsep Beserta Aplikasinya, Cetakan 3. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 2004.

Notoatmodjo Soekidjo. Promosi Kesehatan dan Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta Ratu; 2010.

Simanjuntak, G.M. Study of Dog Owner Behavior and Opinion with Its Influential Factors toward Rabies Control Programme in Slum Area of Bangkok, Thailand, Faculty of Public Health, Mahidol University, Bangkok,Thailand; 1991


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 499
PDF Downloads : 177