Articles

Konsumsi dan Distribusi Garam Beriodium di Desa Subamia Kabupaten Tabanan Tahun 2014

Manik Ulan Dewi , Kadek Tresna Adhi, Dyah Pradnyaparamita Duarsa

Manik Ulan Dewi
Universitas Udayana. Email: manikulandewi@yahoo.co.id

Kadek Tresna Adhi
Universitas Udayana

Dyah Pradnyaparamita Duarsa
Universitas Udayana
Online First: December 01, 2016 | Cite this Article
Dewi, M., Adhi, K., Duarsa, D. 2016. Konsumsi dan Distribusi Garam Beriodium di Desa Subamia Kabupaten Tabanan Tahun 2014. Public Health and Preventive Medicine Archive 4(2): 114-119. DOI:10.15562/phpma.v4i2.67


Latar belakang dan tujuan: Konsumsi garam beriodium sangat penting untuk mencegah terjadinya gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI). Distribusi yang baik merupakan kunci sukses akses garam beriodium di masyarakat, tetapi penelitian distribusi garam beriodium di Tabanan belum pernah dilakukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui secara mendalam konsumsi dan distribusi garam beriodium di Desa Subamia Kabupaten Tabanan.

Metode: Penelitian kualitatif dengan dua metode yaitu focus group discussion (FGD) pada enam orang ibu rumah tangga yang aktif dan enam orang ibu rumah tangga yang tidak aktif sebagai kader PKK. Wawancara mendalam dilakukan pada dua orang petugas gizi, dua orang tokoh masyarakat, satu orang petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan serta satu orang pedagang garam. Analisa data dilakukan secara tematik.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden lebih memilih garam biasa (tidak beriodium) yang tidak terasa pahit, lebih enak, dan juga dipersepsikan lebih irit dibandingkan garam beryodium. Selain itu distribusi garam beryodium yang diatur pemerintah daerah dilaporkan buruk sehingga partisipan kesulitan dalam memperoleh garam beriodium.

Simpulan: Selera rasa, akses, tidak adanya peraturan daerah tentang garam beriodium merupakan penyebab rendahnya konsumsi garam beriodium di Desa Subamia Kabupaten Tabanan.

References

Depkes. Rencana Aksi Nasional Kesinambungan Program Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium. Jakarta: Tim Penanggulangan GAKY Pusat; 2005.

Mirandani, DA. Studi Implementasi Kebijakan Pengadaan Garam Beriodium Di Kabupaten Pati. Universitas Diponegoro (tesis). Semarang: Universitas Dinponegoro; 2007.

Setiarini, JD. Tingkat Pengetahuan GAKY Dengan Penanggunaan Garam Beriodium Oleh Ibu Rumah Tangga Di Desa Belah Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan Indonesia. Journal of Micronutrient 1; 2010.

Depkes. Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan.; 2007.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Taban Tahun 2012. Tabanan: Dinas Kesehatan Kbupaten Tabanan; 2012.

Suhadi. Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: Karya Mandiri Nusantara; 2007.

Depkes. Garam Beriodium. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2009.

Suroso & Mugiono. Pembelajaran Ekonomi. Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri; 2003.

Kotler, P. Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT. Ikrar Mandiriabadi; 2002.

Notoatmodjo, S. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta; 2003.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 257
PDF Downloads : 99