Articles

Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Pelayanan Kefarmasian di Kota Denpasar

Made Novianita , I Nyoman Sutarsa, I Nyoman Adiputra

Made Novianita
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana. Email: madenovianita270488@yahoo.co.id

I Nyoman Sutarsa
Universitas Udayana

I Nyoman Adiputra
Universitas Udayana
Online First: July 01, 2016 | Cite this Article
Novianita, M., Sutarsa, I., Adiputra, I. 2016. Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Pelayanan Kefarmasian di Kota Denpasar. Public Health and Preventive Medicine Archive 4(1): 42-47. DOI:10.15562/phpma.v4i1.55


Latar belakang dan tujuan: Perubahan paradigma pelayanan kefarmasian dari sebelumnya berorientasi kepada obat menjadi berorientasi kepada pasien menuntut apoteker pengelola apotek (APA) dapat memberikan pelayanan kefarmasian yang berkualitas, berinteraksi langsung dengan pasien, serta bertanggung jawab terhadap obat yang diberikan. Beberapa hasil penelitian di Indonesia menunjukkan kualitas pelayanan kefarmasian masih di bawah standar dan dipengaruhi oleh kepemilikan apotek, kehadiran, motivasi dan status APA. Penelitian tentang kualitas pelayanan kefarmasian belum banyak dipublikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan kefarmasian dan faktor yang mempengaruhinya di apotek di Kota Denpasar.

Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode survei cross-sectional pada 68 sampel apotek yang dipilih secara acak sistematis dari 214 apotek yang ada di Kota Denpasar. Data dikumpulkan dengan wawancara pada 68 orang APA, pengisian kuesioner oleh pegawai apotek dan observasi untuk mengukur kualitas pelayanan kefarmasian mengacu pada Kepmenkes tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji chi square pada tingkat kemaknaan ≤0,05 dan analisis multivariat dengan metode regresi logistik.

Hasil: Apotek dengan kualitas pelayanan kefarmasian di bawah rata-rata masih cukup tinggi yaitu 33 apotek (48,5%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada tiga variabel yang berhubungan dengan kualitas pelayanan kefarmasian yaitu kehadiran APA, status APA dan kepemilikan apotek. Analisis multivariat menunjukkan bahwa apotek yang dimiliki sendiri secara bermakna meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian dengan adjusted OR=7,04 (95%CI: 1,5-33,8).

Simpulan: Kualitas pelayanan kefarmasian berhubungan dengan kepemilikan apotek.

References

Kemenkes RI. Profil Kefarmasian dan Alat Kesehatan Tahun 2010. Jakarta: Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan RI Kementrian Kesehatan RI; 2011.

Depkes RI. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2009.

Depkes RI. Standar Pelayanan Farmasi di Apotek. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik. Jakarta: Ditjen Yanfar dan Alkes Departemen Kesehatan RI; 2006.

Gunawan R, dkk. 2011. Tingkat Kehadiran Apoteker Serta Pembelian Obat Keras Tanpa Resep di Apotek. Denpasar: Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana; 2011.

Purwanti A, dkk. Gambaran Pelaksanaan Standar Pelayanan Farmasi di Apotek DKI Jakarta Tahun 2003(Jurnal). Departemen Farmasi, FMIPA UI. Majalah Ilmu Kefarmasian.2004; 1(2):102-115.

Monita. Evaluasi Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek di Kota Padang (tesis). Yogyakarta: Program Pascasarjana Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada; 2009.

Harianto AP dan Sudibyo S. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Draft Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek di DKI Jakarta. Jakarta: Farmasi FMIPA-Universitas Indonesia; 2008.

Darmawati, Deni, Khomsiyah, Rika G. Hubungan Corporate Governance, Kepemilikan Perusahaan terhadap Kinerja Perusahaan. Jakarta: Jurnal Riset Akuntansi Universitas Indonesia. 2005; 8(1).

Ardianingsih A dan Komala A. Analisis Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Kinerja Perusahaan. Jurnal Pena Universitas Indonesia. 2010; 19(2).

Ginting BR. 2009. Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek di Kota Medan Tahun 2008 (skripsi). Medan: Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara; 2009.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 208
PDF Downloads : 93