Articles

Kemitraan Dukun dengan Bidan dalam Pertolongan Persalinan: Studi Kualitatif di Kabupaten Manggarai Timur

Fransiska Nova Nanur , Ni Putu Widarini, I Nyoman Mangku Karmaya

Fransiska Nova Nanur
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana. Email: fransiskanova57@yahoo.com

Ni Putu Widarini
Udayana University

I Nyoman Mangku Karmaya
Udayana University
Online First: July 01, 2016 | Cite this Article
Nanur, F., Widarini, N., Karmaya, I. 2016. Kemitraan Dukun dengan Bidan dalam Pertolongan Persalinan: Studi Kualitatif di Kabupaten Manggarai Timur. Public Health and Preventive Medicine Archive 4(1): 23-28. DOI:10.15562/phpma.v4i1.52


Latar belakang dan tujuan: Kemitraan dukun dan bidan merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Kemitraan ini belum berjalan dengan baik dimana masih ada dukun yang melakukan pertolongan persalinan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hambatan dalam pelaksanaan kemitraan dukun dengan bidan di Kabupaten Manggarai Timur.

Metode: Penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara terbuka dilakukan pada 15 partisipan yang dipilih secara purposive, terdiri dari dua bidan desa, lima dukun yang bermitra dengan bidan, tiga dukun yang tidak bermitra dengan bidan, serta dua partisipan tokoh masyarakat, satu tokoh agama, dua ibu nifas dan satu pemegang kebijakan. Data dianalisis dengan pendekatan analisis tematik.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana penunjang kemitraan belum memadai, dana yang disediakan belum cukup untuk membiayai pelaksanaan kemitraan sehingga tidak ada pertemuan rutin antara bidan dan dukun, serta koordinasi yang dilakukan hanya bersifat insidental. Meskipun pembagian peran dalam penanganan persalinan sudah jelas, banyak hambatan yang ditemukan yaitu hambatan transportasi, ekonomi dan masih ada dukun yang tidak mau bermitra.

Simpulan: Kemitraan dukun dengan bidan dalam pertolongan persalinan terkendala oleh masih banyaknya hambatan, baik internal maupun eksternal, diperlukan dana yang cukup, menyediakan sarana transportasi dan penyuluhan kepada masyarakat untuk cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan.

References

Kemenkes RI. Lima strategi operasional turunkan angka kematian ibu. Jakarta: Kemenkes RI; 2011.

BPS dan Kemenkes RI. Survei demografi kesehatan Indonesia. Jakarta: BPS; 2012.

Dinkes NTT. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kupang: Dinkes NTT; 2011.

Dinkes Manggarai Timur. Profil kesehatan Manggarai Timur. Borong: Dinkes Manggarai Timur; 2013.

Kemenkes RI. Pokok-pokok hasil riskesdas indonesia. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI; 2013.

BPS Manggarai Timur. Manggarai Timur dalam angka. Borong: BPS Manggarai Timur; 2014.

Tim Basics. Panduan penerapan praktik cerdas kemitraan bidan, dukun bayi dan kader posyandu. Jakarta; 2014.

Depkes RI. Pedoman kemitraan bidan dengan dukun (1st ed.). Jakarta: Depkes RI; 2008.

Afrisal, S & Yasir, H. Hubungan kemitraan bidan dan dukun terlatih dengan peningkatan cakupan persalinan di wilayah kerja Puskesmas Aska Kabupaten Sinjai. Jurnal Kesehatan 2013; 03(02): 2302-1721.

Yusriani & Octaviani A. Partnership between midwives and traditional birth attendants (tbas) in the work health district minasate’ne Pangkep. International Conferenceon Emerging Trends In Academic Research; 2014.

Sudirman & Sakung, J. Kemitraan bidan dengan dukun bayi dalam menolong persalinan bagi ibu-Ibu yang melahirkan di pedesaan Kecamatan Palolo Kabupaten Donggala (Tesis). Palu: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadi- yah; 2006.

Lasker, D., Elisa, S., & Rebecca, M. Partnership synergy: A practical framework for studying and strengthening the collaborative advantage. New York Academi of Medicine. 2001; 79(02).

Sulistiawan, D., Nurmalasari & Rechy. Kemitraan bidan dan dukun bayi di Kabupaten Trenggalek. University Network for Governance Innovation; 2005.

Budiyono, Suparwati, A., Syamsulhuda, Nikita, Adrian. Kemitraan bidan dan dukun dalam mendukung penurunan angka kematian ibu di puskesmas Mranggen I Kabupaten Demak. Media KesehatanMasyarakat Indonesia. 2011; 11(1).

Notoatmodjo, S. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku (revisi.). Jakarta: Rineka Cipta; 2012.

Metti, D & Rosmadewi. Hubungan kemitraan bidan dan dukun dengan persalinan oleh tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai. 2012; 5(1 ).

Anggorodi, R. Dukun bayi dalam persalinan oleh masyarakat Indonesia. Makara Kesehatan. 2009; 13(1): 9-14.

Tobroni, F. Kemitraan dukun bayi dan bidan di Bojonegoro.University Network for Governance Innovation; 2011.

Nara, A. Hubungan antara pengetahuan, sikap, akses pelayanan kesehatan, jumlah sumber informasi dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan fasilitas persalinan yang memadai oleh ibu hamil di wilayah Puskesmas Kawangu Sumba Timur (Tesis). Denpasar: Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana; 2014.

Christiana, L., Cynthia L, Michael J &Peter H. Why do some women still prefer traditional birth attendants and home delivery?: a qualitative study on delivery care services in West Java Province, Indonesia. BMC Pregnancy and Childbirth. 2009; 10(43): 1471-2393.

More, B. Utilization of health care services by pregnant mothers during delivery: A community based study in Nigeria. East Africa Journal of Public Health; 2011.

Latifah, N. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan pertolongan persalinan oleh dukun bayi (skripsi). Semarang: Universitas Diponegoro; 2010.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 404
PDF Downloads : 150