Articles

Faktor Risiko Kekambuhan Pasien TB Paru di Kota Denpasar: Studi Kasus Kontrol

Ni Luh Putu Karminiasih , I Wayan Gede Artawan Eka Putra, Dyah Pradnyaparamita Duarsa, Ida Bagus Ngurah Rai, I Nyoman Mangku Karmaya

Ni Luh Putu Karminiasih
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana. Email: bersamamini@yahoo.com

I Wayan Gede Artawan Eka Putra
Udayana University

Dyah Pradnyaparamita Duarsa
Udayana University

Ida Bagus Ngurah Rai
Udayana University

I Nyoman Mangku Karmaya
Udayana University
Online First: July 01, 2016 | Cite this Article
Karminiasih, N., Putra, I., Duarsa, D., Rai, I., Karmaya, I. 2016. Faktor Risiko Kekambuhan Pasien TB Paru di Kota Denpasar: Studi Kasus Kontrol. Public Health and Preventive Medicine Archive 4(1): 17-22. DOI:10.15562/phpma.v4i1.51


Latar belakang dan tujuan: Kekambuhan pasien tuberculosis paru (TB) adalah salah satu masalah dalam program penanggulangan TB. Kekambuhan pasien TB paru di Kota Denpasar tahun 2014 dilaporkan masih cukup tinggi yaitu 3,5% dari 1082 pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kekambuhan pasien TB di Kota Denpasar.

Metode: Rancangan penelitian adalah kasus kontrol dengan 46 penderita TB paru kambuh yang berusia di atas 15 tahun sebagai kasus dan 92 penderita TB paru yang sembuh sebagai kontrol. Responden dipilih secara acak sistematik dari register TB 03 tahun 2013-2015 di 11 puskesmas Kota Denpasar. Data dikumpulkan dengan penelusuran dokumen, observasi, pengukuran dan wawancara di rumah responden. Data dianalisis secara bivariat (uji chi square) dan multivariat dengan regresi logistik.

Hasil: Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor risiko kekambuhan TB adalah adanya penyakit penyerta DM (AOR=9,6; 95%CI: 2,17-43,08), ketidakpatuhan minum obat (AOR=7,6; 95%CI: 2,85-20,17), merokok/terpajan asap rokok saat pengobatan (AOR=3,6; 95%CI: 1,41-9,16), ventilasi rumah <10% (AOR=3,4; 95%CI: 1,27-9,47), kontak serumah dengan penderita TB (AOR=3,1; (95%CI: 1,31-7,46) dan status gizi kurang (AOR=2,8; 95%CI: 1,02-7,72).

Simpulan: Faktor risiko kekambuhan pasien TB paru adalah adanya penyakit penyerta DM, ketidakpatuhan minum obat, merokok/terpajan asap rokok saat pengobatan, ventilasi rumah <10%, ada kontak serumah dengan penderita TB dan status gizi kurang.

References

WHO. 2015. Global Tuberculosis Report 2015. Retrieved Agustus 22, 2015.

Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI; 2013.

Dinkes Provinsi Bali. Profil Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2012. Denpasar: Dinkes Prov Bali; 2013.

Dinkes Kota Denpasar. 2014. Laporan Kesehatan Kota Denpasar Tahun 2014. Denpasar

Departemen Kesehatan RI. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis, cetakan kedua, 2008. Jakarta: Depkes RI; 2008.

Thomas A, Gopi PG, Santha T, Chandrasekaran V, Subramani R, Selvakumar N, et al. 2005. Predictors of relapse among pulmonary tuberculosis patients treated in a DOTS programme in South India. The International Journal of Tuberculosis and Lung Disease. 2005: 9(5):556-561.

Daryatno, Triman. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kekambuhan Tuberkulosis Paru Strategi DOTS di Puskesmas dan BP4 di Surakarta dan Wilayah Sekitarnya. Tesis. Universitas Diponegoro Semarang. Retrieved Mei 28; 2015.

Ruslantri, Sianturi. Analisis faktor yang berhubungan dengan kekambuhan TB paru Studi Kasus di BKPM Semarang Tahun 2013. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang; 2013.

Nurwanti. Hubungan Antara Faktor Penjamu {Host) dan Faktor Lingkungan (Environment) dengan kejadian tuberkulosis paru kambuh (relaps) di puskesmas se-kota semarang tahun 2013.Retrieved Mei 28, 2015.

Rohmad. Faktor Risiko Terjadinya Relapse Pada penderita Tuberkulosis Paru di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta. Retrieved juli 23, 2015.

Akpabio US, De Villiers PJ. A description of patients with recurrence of Pulmonary Tuberculosis in a Tuberculosis Hospital, Ermelo. African J Prim Heal Care Fam Med [Internet]. 2011 Feb 22 [cited 2015 Aug 22];3(1):1–8.

Joanna d’Arc Lyra Batista, Maria de Fatima Pessoa Militao de Albuquerque, Ricardo Arraes de Alencar Ximenes and Laura Cunha Rodrigues. 2008. Smoking increases the risk of relapse after successful tuberculosis treatment. Retrieved Mei 28, 2015.

Khurram, M and Ibrahim, M. 2009. Factor Affecting Relapse of Tuberculosis. Retrieved Juni 12, 2015.

Franke MF, Appleton SC, Mitnick CD, Furin JJ, Bayona J, Chalco K, Shin S, Murray M, Becerra MC.. 2002. Aggressive Regimens for Multidrug-Resistant Tuberculosis Reduce Recurrence. Retrieved Mei 28, 2015.

Dooley KE, Lahlou O, Ghali I, Knudsen J, Elmessaoudi MD, Cherkaoui I, et al. 2011. Risk factors for tuberculosis treatment failure, default, or relapse and outcomes of retreatment in Morocco. Retrieved Mei 28, 2015.

Jasmer RM, Bozeman L, Schwartzman K, Cave MD, Saukkonen JJ, Metchock B, Khan A, Burman WJ. 2004. Reccurent Tuberculosis in The United States and Canada. Retrieved July 23, 2015.

Igo, Y.Y., Wijaya, I.P.A., Wulandari, N.P.D. 2012. The Relation of Patient’s Discipline Attitude Who Suffered Pulmonary Tuberculosis While Consuming Anti Tuberculosis Medicine Towards Out Patient’s Relapse In Work Area of Puskesmas II Denpasar Barat. Retrieved Mei 28, 2015.

Widoyono. Penyakit Tropis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga; 2005.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 565
PDF Downloads : 136