Articles

Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Puskesmas III Denpasar Selatan

Ida Bagus Ekaputra , Luh Seri Ani, Ketut Suastika

Ida Bagus Ekaputra
Udayana University. Email: ekaputraibg@yahoo.com

Luh Seri Ani
Udayana University

Ketut Suastika
Udayana University
Online First: December 01, 2013 | Cite this Article
Ekaputra, I., Ani, L., Suastika, K. 2013. Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Puskesmas III Denpasar Selatan. Public Health and Preventive Medicine Archive 1(2): 145-151.


Abstrak: Puskesmas III Denpasar Selatan merupakan salah satu wilayah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Denpasar, Provinsi Bali. Angka kesakitan DBD tergolong tinggi (>55 per 100.000 penduduk), sedangkan Angka Bebas Jentik (ABJ) rendah (<95%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, perilaku tentang pemberantasan sarang nyamuk DBD (PSN DBD) dan kesehatan lingkungan masyarakat dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (Ae. aegypti) pada rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Selatan. Penelitian dilakukan secara cross sectional pada 147 rumah tangga, yang dipilih secara systematic random sampling dari 5781 rumah tangga. Responden adalah kepala keluarga. Variabel independen adalah pengetahuan, sikap, perilaku dan kesehatan lingkungan, sedangkan variabel dependen adalah keberadaan jentik nyamuk Ae. aegypti. Data dikumpulkan dengan wawancara tatap muka secara individual bertempat di rumah responden dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat  dan multivariat. Hasil analisis menunjukkan ABJ=87,1%. Variabel yang berhubungan dengan keberadaan jentik adalah perilaku (PR=17,89, 95%CI: 4,99-64,11) dan kesehatan lingkungan (PR=7,08, 95%CI: 2,48-20,23). Analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel perilaku lebih berpengaruh (PR=11,60, 95%CI: 2,98-45,13). Faktor pengetahuan dan sikap tidak berhubungan secara statistik. Dapat disimpulkan bahwa upaya perubahan perilaku yang mendukung PSN DBD masih diperlukan. Puskesmas perlu meningkatkan promosi kesehatan tentang bahaya DBD dan cara pencegahannya, koordinasi dengan lintas sektor terkait dan kinerja juru pemantau jentik (jumantik) untuk meningkatkan perilaku PSN rumah tangga, sehingga terjadi peningkatan ABJ dan penurunan Angka Kesakitan DBD.

References

Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Kota Denpasar Tahun 2011. Denpasar: Dinas Kesehatan Kota Denpasar; 2011.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; 2005.

Notoatmodjo, S. Promosi Kesehatan, Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Rineka Cipta; 2005.

Awida, R. Hubungan Sosiodemografi dan Lingkungan Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru [tesis]. Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara; 2008.

Suyasa, I.N.G. Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku Masyarakat dengan Keberadaan Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Selatan [tesis]; 2008.

Wahyono TYM, Haryanto B, Mulyono S, Adiwibowo, A. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dan Upaya Penanggulangannya Di Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Buletin Jendela Epidemiologi, 2010 Agustus; 2: 31-43.

Azizah, GT dan Faizah, BR. Analisis Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue di Desa Mojosongo Kabupaten Boyolali. Jurnal Eksplanasi 2010 Oktober; 5(2): 1-9.

Ekaputra, IBG. Survei Pendahuluan Penelitian Hubungan Pengetahuan, Sikap, Perilaku dan Kesehatan Lingkungan Masyarakat dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas III Denpasar Selatan Kota Denpasar. 2012 (Data Tidak Dipublikasikan).

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA; 2007.

Wawan, A. dan Dewi, M. Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika; 2010.

Budiarto. Biostat Untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC; 2007.

Notoatmodjo, S. Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Jakarta: PT. Rineka Cipta; 2007.

Prayudhy, Y. Hubungan Kepadatan Jentik Aedes Aegypti dengan Faktor lingkungan, Perilaku dan Program di wilayah Puskesmas WAY Halim Kota Bandar lampung Tahun 2006. Jurnal Ruwa Jurai Desember 2008; 2(2): 57-64.

Cendrawirda. Hubungan Faktor Individu Anak, Faktor Sosio Demografi Keluarga dan Faktor Lingkungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue pada Anak di Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau [tesis]. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia; 2008.

Saleha, S. Pemberantasan Demam Berdarah Dengue: Sebuah Tantangan yang Harus Dijawab. Majalah Kedokteran Indonesia Juni 2007; 57(6): 167-170.

Fathi, Keman, S., Wahyuni. Peran Faktor Lingkungan dan Perilaku Terhadap Penularan Demam Berdarah Dengue di Kota Mataram. Jurnal Kesehatan Lingkungan Juli 2005: 2: 1-10.

Bandura, A. Social Learning Theory. New York: General Learning Press; 1971.

Ririh, Y dan Anny, V. Hubungan Kondisi Lingkungan, Kontainer dan Perilaku Masyarakat dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan 2005; 1(2): 170-182.

Santoso dan Budiyanto, A. Hubungan Pengetahuan Sikap dan Perilaku (PSP) Masyarakat Terhadap Vektor DBD di Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Ekologi Kesehatan Agustus 2008; 7(2): 732-739.

Usman, S. Faktor Risiko Yang Berhubungan dengan Kejadian Demam berdarah Dengue di Kota Bandar Lampung Tahun 2002 [tesis]. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat UI; 2004.

Presti, A. Analisis Faktor Resiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Tembalang Kota Semarang [tesis]. Semarang: Universitas Negeri Semarang; 2011.

Kandun, IN. Peran Masyarakat Dalam Pemberantasan DBD. Available from:http://www.Suarapembaharuan.com/news/2004/04/04/index.html; 2004.

WHO. Comprehensive Guidelines for Prevention and control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever. Revised and expanded edition. India: SEARO Technical Publication; 2011.

Soegijanto, S. Demam Berdarah Dengue. Surabaya: PT Bina Ilmu; 2003.

Muninjaya, A.A.G. Manajemen Kesehatan. Jakarta: EGC; 2004.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 295
PDF Downloads : 89