Articles

Fungsi keluarga, dukungan sosial dan kualitas hidup lansia di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Selatan

Dewianti Dewianti , Kadek Tresna Adhi, Raden Ayu Tuty Kuswardhani

Dewianti Dewianti
Udayana University. Email: wi2k_aj3g@yahoo.com

Kadek Tresna Adhi
Udayana University

Raden Ayu Tuty Kuswardhani
Udayana University
Online First: December 01, 2013 | Cite this Article
Dewianti, D., Adhi, K., Kuswardhani, R. 2013. Fungsi keluarga, dukungan sosial dan kualitas hidup lansia di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Selatan. Public Health and Preventive Medicine Archive 1(2): 134-138.


Abstrak: Jumlah penduduk lansia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya usia harapan hidup. Peningkatan kuantitas lansia tidak diikuti dengan meningkatnya kualitas hidup lansia. Hasil wawancara dengan 10 orang lansia di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Selatan menunjukan bahwa mereka mengalami kesepian dan merasa tidak diperhatikan sehingga mempengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga, dukungan sosial (pasangan, keluarga dan masyarakat) dengan kualitas hidup lansia di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Selatan. Penelitian cross sectional telah dilaksanakan terhadap 125 orang lansia laki-laki yang masih memiliki pasangan dan dipilih secara systematic random sampling. Masing-masing sampel yang sudah memberikan pernyataan persetujuan (inform consent) kemudian diwawancarai untuk mendapatkan data fungsi keluarga, dukungan sosial (pasangan, keluarga dan masyarakat) serta kualitas hidup lansia. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat dengan uji statistik chi square serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia dengan kualitas hidup kurang (62,4%), fungsi keluarga kurang (72%), dukungan sosial keluarga rendah (54,4%) dan dukungan sosial masyarakat rendah (67,2%), sedangkan dukungan sosial pasangan sebagian besar dalam kategori tinggi yaitu 54,4%. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa fungsi keluarga, dukungan sosial (pasangan, keluarga dan masyarakat) berhubungan secara bermakna dengan kualitas hidup lansia (p<0,05) dan hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa fungsi keluarga memiliki hubungan bermakna dengan kualitas hidup lansia (p<0,05). Fungsi keluarga yang baik meningkatkan kualitas hidup lansia, dengan demikian perlu upaya peningkatan fungsi keluarga oleh anggota keluarga yang memiliki lansia.

References

Menkokesra. Paparan Menko Kesra pada Musrenbangnas 2012 Percepatan dan Perluasan Pembangunan Kesejateraan Rakyat Tahun 2013. Jakarta; 2013.

Dinkes Provinsi Bali. Profil Kesehatan Provinsi Bali. Denpasar; 2010.

Departemen Sosial RI. Lanjut Usia dalam Data dan Informasi. Jakarta: DBPSLU; 2002.

Ekawati. Hubungan Fungsi Keluarga dengan Kualitas Hidup Lansia; 2011.

Ismu Raudhah. Kualitas Hidup Lansia di Graha Residen Senior Karya Kasih Medan. Sumatera Utara; 2012.

Kelly Gillespie. Factor Determining Quality Of Life Perception Of The Elderly Residing In A Nursing Home And Assisted Living Facility. Medical Sciences, Gerontology and Geriatrics; 2011.

Sarafino EP. Health Psychology Biopsychosocial Interaction, 5th edition. United States of America: John Wiley & Sons; 2006.

WHO. Division of Mental Health and Prevention of Substance Abuse. 2004.

Wilanisa dan Iman. Hubungan Fungsi Keluarga dengan Kualitas Hidup Lansia di Kelurahan Wirobrajan Yogyakarta. 2012.

Septiani. Hubungan Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup Lansia di Rw 01 Kemiri Muka Depok. 2010.

Mahareza Y. Perbedaan Kualitas Hidup Lanjut Usia yang Tinggal di Panti Werdha dan yang Tinggal bersama Keluarga. Surabaya: Universitas Airlangga; 2008.

Meta Amelia Widya Saputri, Endang Sri Indrawati. Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup Lansia di Panti Wreda Wening Wardoyo Jawa Tengah. 2011


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 299
PDF Downloads : 95