Articles

Analisis kesehatan di Kota Mataram tahun 2011: suatu penerapan Bryant method

Aini Khulaila , Made Utama, Anak Agung Sagung Sawitri

Aini Khulaila
Udayana University. Email: ainikhulaila@ymail.com

Made Utama
Dinas Kesehatan Propinsi NTB

Anak Agung Sagung Sawitri
Udayana University
Online First: December 01, 2013 | Cite this Article
Khulaila, A., Utama, M., Sawitri, A. 2013. Analisis kesehatan di Kota Mataram tahun 2011: suatu penerapan Bryant method. Public Health and Preventive Medicine Archive 1(2): 128-133.


Abstrak: Dana upaya kesehatan Dinas Kesehatan Kota Mataram adalah sejumlah Rp. 39.868.095.387,- atau 3,9% dari total APBD. Angka ini lebih kecil dari proporsi pembiayaan kesehatan yang diharapkan dalam Undang Undang Kesehatan sebesar 5% APBD. Penentuan prioritas masalah ini dengan melibatkan penentu kebijakan Dinas Kesehatan yaitu Kepala Bidang P3PPL, Kepala Bidang Kesehatan Keluarga, Kepala Seksi P2B2, Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan dan staf  surveilan. Pengumpulan data dilakukan pada Bulan Januari-Juli 2012, melalui penyebaran kuesioner dengan metode Bryant. Pengumpulan data sekunder bersumber dari Dinas Kesehatan, BPS dan Bappeda Kota Mataram yaitu kependudukan, ekonomi, sosial budaya, mata pencaharian, kesehatan dan pemerintahan. Data dianalisis dan diinterpretasikan dalam bentuk ringkasan masalah kesehatan kemudian melakukan klarifikasi data. Hasil penentuan prioritas masalah kesehatan di Kota Mataram tahun 2012 adalah demam berdarah dengue, selanjutnya secara berurutan adalah HIV/AIDS, TB paru, ISPA, hipertensi, diare dan kecelakaan lalu lintas. Keterbatasan waktu para pemegang kebijakan untuk berdiskusi serta kelengkapan dan akurasi data merupakan hambatan utama dalam penelitian ini. Disarankan agar melakukan upaya peningkatan kualitas data program dan memanfaatkan semua sumber data yang ada (dinas kesehatan, rumah sakit pemerintah ataupun swasta, klinik) sehingga data yang tersedia dapat menggambarkan situasi kesehatan masyarakat yang sebenarnya. Penentuan masalah kesehatan prioritas perlu melibatkan semua  stakeholder, sehingga pembahasan yang dilakukan dapat menghasilkan perencanaan yang lebih baik dalam menanggulangi masalah kesehatan.

References

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat; 2010.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta; 2008.

Purwoko W. Analisis Masalah Kesehatan Kota Mataram. Mataram; 2010.

Dinas Kesehatan Kota Mataram. Profil Kesehatan Kota Mataram. Mataram; 2011.

Badan Pusat Statistik Kota Matara. Mataram Dalam Angka 2010. Mataram; 2010.

Bappeda Kota Mataram. Tujuh Belas Tahun Kota Mataram; 2011.

Universitas Jenderal Soedirman Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan. Buku Pedoman Praktek Belajar Lapangan. Jakarta; 2010.

Dinas Kesehatan Kota Mataram. Rekapitulasi Laporan Hasil Kegiatan Bidang Pembinaan Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Mataram. Mataram; 2011.

Dinas Kesehatan Kota Mataram. Rekapitulasi Laporan Hasil Kegiatan Bidang P3-PPL Dinas Kesehatan Kota Mataram. Mataram; 2011.

Adi PD. Analisis Masalah Kesehatan di Provinsi Bali. 2010.

BNP2TKI. Kebijakan dan Strategi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Dalam Penempatan dan Perlindungan TKI Keluar Negeri. 2007.

Basha A. Hipertensi: faktor risiko dan penatalaksanaannya. 2008.

Rodgers A, Gaziano T, Vos T. The Growing Burden of Risk from High Blood Pressure, Cholesterol, and Bodyweight in Disease Control Priorities in Developing Countries. 2005.

Pusdaldukkes. Kecelakaan Lalu Lintas dan Masalah Perkotaan. 2007.

WHO. PAHO Basic Health Indicator Data Based. US; 2005.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 230
PDF Downloads : 63