Articles

Faktor determinan kematian bayi di Kabupaten Bima tahun 2012

Rini Hendari , I Ketut Tangking Widarsa, Dewa Nyoman Wirawan

Rini Hendari
Udayana University. Email: rinihendari@yahoo.co.id

I Ketut Tangking Widarsa
Udayana University

Dewa Nyoman Wirawan
Udayana University
Online First: December 01, 2013 | Cite this Article
Hendari, R., Widarsa, I., Wirawan, D. 2013. Faktor determinan kematian bayi di Kabupaten Bima tahun 2012. Public Health and Preventive Medicine Archive 1(2): 121-127.


Abstrak: Kematian bayi adalah kematian anak sebelum mencapai umur satu tahun, disebabkan oleh faktor endogen dan eksogen. Faktor yang berperan terhadap kematian bayi adalah faktor pendapatan keluarga, umur ibu, jarak kelahiran,  frekuensi ANC, tempat persalinan, berat bayi lahir, ASI eksklusif, immunisasi, pengetahuan ibu tentang perawatan bayi, sumber air bersih dan frekuensi penyuluhan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan kematian bayi. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan studi kasus kontrol, dimana kasusnya adalah bayi yang meninggal pada periode Januari-Desember 2012 dan kontrolnya bayi hidup pada periode yang sama. Kasus dan kontrol dipilih di masyarakat Kabupaten Bima dengan cara stratified proporsional sampling dengan perbandingan 1 banding 2. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner dan data sekunder register bidan desa. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil analisis data didapatkan faktor risiko berat bayi lahir <2500gr OR=7,38 (95%CI: 2,04-26,70), jarak kelahiran <24 bulan OR=6,69 (95%CI: 2,11-21,16), umur ibu <20 atau >35 tahun OR=6,63 (95%CI; 1,84-23,90), ASI tidak eksklusif OR=6,23 (95%CI: 2,10-18,46), frekuensi penyuluhan jarang OR=6,02 (95%CI: 2,17-16,65) dan sumber air bersih non perpipaan OR=3,72 (95%CI: 1,35-10,25). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berat bayi lahir <2500gr, jarak kelahiran <24 bulan, umur ibu <20 atau >35 tahun, ASI yang tidak eksklusif, frekuensi penyuluhan yang jarang dan sumber air bersih non perpipaan terbukti meningkatkan risiko kematian bayi, dengan kontribusi sebesar 61,1%. Meningkatkan pengawasan dan monitoring kepada puskesmas-puskesmas dalam kegiatan penyuluhan tentang pentingnya gizi ibu hamil, penundaan usia perkawinan, penjarangan kehamilan dan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Bima sangat diperlukan.

References

Qumarul Hasan, Chowdhury l. Socio-economic determinants of neonatal, postneonatal, infant and child mortality. International Journal of Sociology and Anthropology University of Rajshahi Bangladesh 2010 June; 2(6): pp. 118-125.

Bappenas. Kajian evaluasi pembangunan sektoral faktor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup anak. Jakarta; 2009.

Dinas Kesehatan Kab. Bima. Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Kabupaten. Bima; 2012.

Schlesselman James. Case-control studies design conduct analysis. New York: Oxford University Press; 1928.

Roesli, Utami. Inisiasi menyusui dini. Jakarta: Pustaka Bunda; 2008.

Victoria CG, Barross AJD. Effect of breastfeeding on infant and child mortality due to infectious diseases in less developed countries a pooled analysis. Lancet 2000: 355 (Akses: 25 Februari 2013).

Aggett PJ. Research priorities in complementary feeding. International Paediatric Assoaciation (IPA) and European Society of Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition Workshop Paediatrics 2000: p.120 (Akses: 22 Februari 2013).

Adish A. Infant feeding breast and complementary feeding in Indonesia. A paper presented in 3 day course of management of child feeding practice. Jakarta; 2004.

Wiknjosastro, Hanifa. (Ed), Ilmu Kebidanan. Cetakan ke 6. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo; 2002.

Nazrul Islam MD, Mondal MD. Factors influencing infant and child mortality-a case study of Rajshahi District Bangladesh. J Hum Ecol 2009; 26(1): 31-39.

Saifuddin. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Penerbit Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2008.

Suradi R, Monintja HE, Amalia P, Kusumowardhani D. Penanganan mutakhir bayi premature. Naskah lengkap pendidikan kedokteran berkelanjutan Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Penerbit FKUI; 2003.

Azwar Azrul. Pengantar ilmu kesehatan lingkungan cetakan ke-11. Jakarta: Mutiara Sumber Widya; 2009.

Friedman. Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC; 1994.

Dahlgren and Whitehead's. Social determinants of health. WHO CSDH; 2007.

Mosley W, Henry and Chen, Lincoln C. An analytical framework for WHO-Healthy environment for children alliance framework for action in the community. Technical Note No. 9 Draft Reviced 7.1.05 1, http;//www.who.org/hdr; 2006. (Akses: 09 November, 2012).

Gloria Macassa L. Inequalities in child mortality in sub-Saharan Africa - A social epidemiologic framework. African Journal of Health Sciences 2011 June; 18(1-2): p.121-124.

Wiknjosastro H. Ilmu Kebidanan Edisi Ketiga Cetakan Ketujuh. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2002.

Depkes. Pedoman pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak (PWS-KIA). Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat; 2004.

Riskesdas. Laporan RISKESDAS 2010, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2010.

Wabena A. Socio – economic factors affecting under five mortality in South Africa – An investigative study. Kyei Journal of Emerging Trends in Economics and Management Sciences 2011; 2 (2): 104

Notoatmojo. Pendidikan dalam perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2003.

Ranuh. Imunisasi dasar pada balita. Yogyakarta: Nuha Medika, 2008.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 219
PDF Downloads : 69