Articles

Faktor risiko balita stunting usia 12-36 bulan di Puskesmas Dasan Agung, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Imtihanatun Najahah , Kadek Tresna Adhi, Gede Ngurah Indraguna Pinatih

Imtihanatun Najahah
Udayana University. Email: imti01@yahoo.co.id

Kadek Tresna Adhi
Udayana University

Gede Ngurah Indraguna Pinatih
Udayana University
Online First: December 01, 2013 | Cite this Article
Najahah, I., Adhi, K., Pinatih, G. 2013. Faktor risiko balita stunting usia 12-36 bulan di Puskesmas Dasan Agung, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Public Health and Preventive Medicine Archive 1(2): 103-108.


Abstrak: Prevalensi stunting di Kota Mataram, Provinsi NTB sebesar 37,17%. Salah satu puskesmas yang ada di Kota Mataram adalah Puskesmas Dasan Agung memiliki prevalensi balita stunting sebesar 27,28%, sehingga perlu dikaji faktor risiko balita stunting usia 12-36 bulan di Puskesmas Dasan Agung. Disain penelitian adalah cross sectional, dengan besar sampel 158 balita. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah balita stunting dan variabel bebas adalah status sosial ekonomi, tinggi badan ibu, usia pertama ibu menikah, tingkat pendidikan ibu, kunjungan ANC, berat badan lahir, ASI eksklusif, pemberian MPASI, urutan anak dan pengasuh anak. Data dikumpulkan dengan wawancara dan pengukuran antropometri. Instrumen yang digunakan modifikasi kuesioner RISKESDAS dan SUSENAS I ibu hamil, microtoise dan infantometer. Analisis data dilakukan secara bertahap meliputi analisis univariat, bivariat (chi-square) dan multivariat  (regresi logistik). Prevalensi balita stunting 48,1%. Dari hasil uji bivariat ada enam variabel yang meningkatkan faktor risiko yaitu status sosial ekonomi OR=2,83 (95%CI: 1,35-5,94), tinggi badan ibu OR=3,37 (95%CI: 1,69-6,72), kunjungan ANC OR=2,3 (95%CI: 1,21-4,36), berat badan lahir OR=20,47 (95%CI: 1,16-354,25), ASI eksklusif OR=4,94 (95%CI 2,51-9,74) dan pemberian MPASI OR=6,38 (95%CI: 3,18-12,78), sedangkan variabel usia pertama ibu menikah, tingkat pendidikan ibu, urutan anak dan pengasuh anak tidak terbukti meningkatkan fakor risiko. Pada analisis multivariat variabel yang dominan adalah pemberian MPASI OR=7,4 (95%CI: 1,54-34,97), tinggi badan ibu OR=2,9 (95%CI 1,27-6,42) dan kunjungan ANC OR=2,4 (95%CI: 1,09-5,19). Perlu dilakukan upaya pencegahan melalui perbaikan asupan gizi mulai dari remaja putri, wanita usia subur, ibu hamil maupun pada balita.

References

Gibney JM, Margetts BM, Kearney JM & Arab L. Gizi Kesehatan Masyarakat, (Andry Hartono, Pentj), Jakarta: EGC; 2009.

Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2010. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2010.

Kemenkes RI. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangangan Kesehatan Dasar; 2010.

Dikes Provinsi NTB. Laporan Pelaksanaan Pemantauan Status Gizi Keluarga Sadar Gizi. Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat; 2010.

Dikes Kota Mataram. Laporan Kesga Dinas Kesehatan Kota Mataram 2011. Dinas Kesehatan Kota Mataram; 2011.

Dikes Kota Mataram. Laporan Pekan Penimbangan 2012. Dinas Kesehatan Kota Mataram; 2012.

Kemenkes RI. Kuesioner Individu Riskesdas 2010. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI; 2010

Depkes RI. Kuesioner Ibu Hamil – Surkenas I. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI; 2001

Sedyaningsih ER. Kepmenkes RI nomor: 1995/Menkes/SK/XII/2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Kemenkes RI Direktorat Jendral Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Direktorat Bina Gizi; 2011

BPS. Jumlah dan persentase penduduk miskin, garis kemiskinan, indeks kedalaman kemiskinan (P1), dan indeks keparahan kemiskinan (P2) menurut provinsi, Maret 2012. BPS. [serial online] 2012 (5 Januari 2013). Available from: URL:http://www.bps.go.id/tab sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id subyek=23¬ab=1.

Atmarita. Masalah anak pendek di Indonesia dan implikasinya terhadap kemajuan negara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes RI; 2010.

Mochtar R. Sinopsis Obstetri Jilid 1. Edisi 3, Jakarta: EGC; 2012.

Satyawati. MPASI-makanan pendamping ASI dapur ibu. Jakarta: Dian Rakyat; 2012.

Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran Anak; 1998.

Hernandez-Diaz S, Peterson KE, Dixit S, Her nandez B,Parra S, Barquera S, et al. Association of maternal short stature with stunting in Mexican children: common genes vs common environment. European Journal of Clinical Nutrition 1999; 53: 938–45.

Mamabolo LR, Alberts M, Steyn NP, Henriette ADW and Naomi SL. Prevalence and determinants of stunting and over weight in 3-year-old black South African children residing in the Central Region of Limpopo Province, South Africa. Public Health Nutrition 2005; 8(5), 501–508. DOI: 10.1079/PHN2005786.

Amigo H, Buston P, Radrigan ME. Is there a relationship between parent’s short height and their children’s? Social interclass epidemiologic study. Rev Med Chil 1997 Aug; 125(8).

Hofmeyr GJ, Neilson JP, Alfirefic Z, Crowther CA, Duley L, Gulmezoglu M, et al. A cochrane pocketbook pregnancy and childbirth. England: Wiley Cochrane Series; 2008.

Sistiarani, C. Faktor maternal dan kualitas pelayanan antenatal yang berisiko terhadap kejadian berat badan lahir rendah (BBLR): Studi pada ibu yang periksa hamil ke tenaga kesehatan dan melahirkan di RSUD Banyumas tahun 2008 [tesis]. Semarang: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponogoro; 2008.

Indiarti MT. ASI, susu formula dan makanan bayi. Yogyakarta: Elmatera; 2008.

Djaiz J. Hubungan antara asuhan makan bayi dan pertumbuhan anak pada usia 2 tahun di daerah Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong Bandung. Bandung: Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakutas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Hasan Sadikin; 2009.

Bloss E, Wainaina F & Bailey RC. Prevalence and predictors of underweight, stunting, and wasting among children aged 5 and under in Western Kenya. School of Public Health and Tropical Medicine, Tulane University, New Orleans, LA, USA. Journal of Tropical Pediatrics 2004 Vol. 50, No. 5. Oxford University Press 2004; all rights Reserved.

Atmarita & Fallah ST. Analisis situasi gizi dan kesehatan masyarakat. Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII. Jakarta 17-19 Mei 2004.

Reyes H, Cuevas RP, Sandoval A, Castillo R, Santos JI, Doubova S and Gutierres G. The family as a determinant of stunting in children living in conditions of extreme poverty: a case-control study. BMC Public Health 2004, 4:57 doi:10.1186/1471-2458-4-57.

Kusharisupeni. Growth faltering pada bayi di Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Makara Kesehatan 2002 Juni; 6(1).

Anugraheni HS dan Kartasurya MI. Faktor risiko kejadian Stunting pada anak usia 12-36 bulan di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Journal of Nutrition College 2012; 1(1): 590-605.

Johnson M and Brookstone. Nutrition in the first 1,000 days state of the World’s Mothers 2012. Save The Children; 2012.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 274
PDF Downloads : 79