Articles

Faktor risiko kematian ibu sebagai akibat komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas di Kabupaten Bima tahun 2011–2012

Sri Juharni , I Ketut Tangking Widarsa, Dewa Nyoman Wirawan

Sri Juharni
Udayana University. Email: srijuharni@gmail.com

I Ketut Tangking Widarsa
Udayana University

Dewa Nyoman Wirawan
Udayana University
Online First: December 01, 2013 | Cite this Article
Juharni, S., Widarsa, I., Wirawan, D. 2013. Faktor risiko kematian ibu sebagai akibat komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas di Kabupaten Bima tahun 2011–2012. Public Health and Preventive Medicine Archive 1(2): 96-102.


Abstrak: Angka kematian ibu (AKI) di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2010 yaitu sekitar 350/100.000 kelahiran hidup, masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan angka nasional dan provinsi lainnya. Kabupaten Bima merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki kasus kematian ibu yang cukup tinggi pada periode tahun 2011-2012 yaitu 20 kasus. Depkes RI membagi 3 faktor yang mempengaruhi kematian ibu yaitu faktor medik, faktor non medik dan faktor pelayanan kesehatan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor–faktor risiko yang mempengaruhi kematian ibu, yang terdiri dari faktor medik, non medik dan pelayanan kesehatan. Jenis penelitian ini adalah studi kasus kontrol, dengan jumlah sampel sebanyak 20 kasus dan 60 kontrol. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner, kemudian melakukan verifikasi dengan register yang ada di bidan, KMS ibu hamil dan dokumen otopsi verbal. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square test dan multivariat dengan metode regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang dijumpai meningkatkan risiko kematian ibu adalah kadar Hb<10 gr% (OR=15,19; 95%CI: 3,25-70,97), keterlambatan pengambilan keputusan (OR=9,28; 95%CI: 2,15-84,80) dan keterlambatan penanganan medis di fasilitas rujukan (OR=13,16; 95%CI: 2,28-104,86). Faktor yang paling berkontribusi terhadap kematian ibu adalah kadar Hb<10 gr%. Upaya yang dapat dilakukan adalah peningkatan kadar Hb ibu hamil, peningkatan kemampuan bidan/dokter dalam memberikan penanganan dasar kegawat-daruratan obstetrik di puskesmas dan penanganan obstetrik esensial komprehensif di rumah sakit serta perbaikan sistem rujukan merupakan upaya pencegahan terhadap risiko kematian ibu.

References

Depkes RI. Kajian kematian ibu dan anak di Indonesia. Jakarta: Tim Kajian AKI-AKA. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2004.

WHO. Trends in Maternal Mortality: 1990 to 2010-WHO, UNICEF, UNFPA and the World Bank Estimates. Geneva; 2012.

WHO. International classification of diseases and related health problems. 10th revision: Geneva; 1994.

Depkes RI. Pedoman pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak (PWS-KIA). Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat; 2004.

Dinkes Kabupaten Bima. Laporan bulanan bina kesehatan keluarga tahun 2012. Bima; 2012.

Schlesselman James J. Case control studies-design conducts analysis. New York: Oxford University Press; 1989

WHO. Making pregnancy safer, a health sector strategy for reducing maternal and perinatal morbidity and mortality. New Delhi: WHO-SEARO; 2000.

Depkes RI. Kajian kematian ibu dan anak di Indonesia. Jakarta: Tim Kajian AKI-AKA Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2004.

Olopade FE and Lawoyin TO. Maternal mortality in a Nigerian Maternity Hospital. African Journal of Biomedical Research 2008; 11: 267–273.

Dinkes Kabupaten Bima. Laporan tahunan pencapaian peserta KB. Nusa Tenggara Barat; 2012.

Febriana IK. Faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kematian maternal di Kabupaten Cilacap [Tesis]. Semarang: Universitas Diponegoro; 2007.

Suwandi E. Hubungan kualitas perawatan kehamilan dan kualitas pertolongan persalinan dengan kematian maternal di Kabupaten Klaten [Tesis]. Yogyakarta: Program Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada; 2004.

Pratomo J. Kematian ibu dan kematian perinatal pada kasus-kasus rujukan obstetri di RSUP Dr Kariadi Semarang [Tesis]. Semarang: Bagian Kebidanan dan Kandungan FK UNDIP/RSUP Dr Kariadi; 2003.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 229
PDF Downloads : 73