Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Perilaku pemeriksaan antenatal sebagai faktor risiko anemia gizi ibu hamil di Puskesmas II Denpasar Selatan tahun 2012

Abstract

Abstrak: Puskesmas II Denpasar Selatan tercatat memiliki kasus anemia gizi ibu hamil terbanyak (57,4%) pada tahun 2011-2012. Anemia gizi meningkatkan risiko kematian maternal dan perinatal, prematuritas, serta berat badan bayi lahir rendah. Penelitian kasus kontrol ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ANC sebagai faktor risiko anemia gizi. Sampel kasus (69 ibu) dan kontrol (69 ibu) diambil dari register ibu hamil periode April-Agustus 2012 dengan teknik kuota. Mereka yang memiliki kadar Hb Sahli dibawah <11gr/dl ditetapkan sebagai kasus, sedangkan kadar Hb Sahli ≥11 gr/dl digunakan sebagai kontrol. Karakteristik demografi, umur kehamilan, paritas, pemakaian IUD dan pola ANC diperoleh dari wawancara terstruktur dan observasi. Pola ANC dinilai dari frekuensi dan waktu ANC serta jumlah konsumsi tablet Fe dan dikategorikan menjadi memadai dan tidak memadai. Data dianalisa secara univariat, bivariat (crude OR) dan dilanjutkan dengan regresi logistik untuk memperoleh adjusted OR. Sebagian besar ibu berusia 20-35 tahun dan memiliki tingkat pendidikan rendah. Mayoritas dengan umur kehamilan >trimester I, paritas 1-3 dan jarak kelahiran <2 tahun. Umur kehamilan >trimester I berisiko 5,17 kali lebih besar terhadap kejadian anemia gizi (95%CI 1,66-16,06) dibandingkan umur kehamilan trimester I. Frekuensi dan waktu ANC tidak memadai memiliki risiko 23,29 kali lebih besar (95%CI 7,49-72,33) dan konsumsi tablet Fe tidak memadai memiliki risiko 9,85 kali lebih besar (95%CI 3,27-29,68). Mayoritas ibu mengkonsumsi tablet Fe sebulan terakhir <30 tablet dengan alasan lupa minum. Umur ibu, jarak kelahiran, paritas, pendapatan keluarga, tingkat pendidikan, status gizi dan riwayat pemakaian IUD tidak terbukti meningkatkan risiko anemia. Perlu pendekatan lebih dini terhadap PUS, sekaa teruna teruni dan sekolah menengah keatas di wilayah puskemas untuk memberikan pemahaman tentang ANC. Selain itu, pemantauan kepatuhan konsumsi tablet Fe juga perlu ditingkatkan.

References

  1. Bakta, I Made. Hematologi Klinik Ringkas. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta; 2006.
  2. Amiruddin, Ridwan. Studi Kasus Kontrol Faktor Biomedis Terhadap Kejadian Anemia Ibu Hamil di Puskesmas Bantimurung Kabupaten Maros Tahun 2004. Available from: URL: http://ridwanamiruddin.com/2007/05/24/studi-kasus-kontrol-anemia-ibu-hamil-jurnal-medika-unhas/.(serial online), May, [cited 2011 Feb.5]. 2007.
  3. Kusumawati, Yuli dan Mutazalimah. Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan Gizi Ibu dengan Berat Bayi Lahir di RSUD dr. Moewardi Surakarta. Infokes 8(1); 2004.
  4. Depkes RI. Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. Kementrian Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Kesehatan Ibu. Jakarta; 2010.
  5. Arisman. Buku Ajar Ilmu Gizi dalam Daur Kehidupan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta; 2004.
  6. Hendrayani, Dwi. Proyek Lapangan; Faktor Risiko Kejadian Anemia di Wilayah Puskesmas II Denpasar Selatan. Universitas Udayana; 2011.
  7. Depkes RI. Program Penanggulangan Anemia Gizi Pada Wanita Usia Subur (WUS). Direktorat Gizi Masyarakat Dirjen Binkesmas; 2008.

How to Cite

Hendrayani, M. D., Sawitri, A. A. S., & Karmaya, I. N. M. (2013). Perilaku pemeriksaan antenatal sebagai faktor risiko anemia gizi ibu hamil di Puskesmas II Denpasar Selatan tahun 2012. Public Health and Preventive Medicine Archive, 1(1), 74–78. https://doi.org/10.15562/phpma.v1i1.165

HTML
339

Total
82 59 218

Share

Search Panel

Made Dwi Hendrayani
Google Scholar
Pubmed
Phpma Journal


Anak Agung Sagung Sawitri
Google Scholar
Pubmed
Phpma Journal


I Nyoman Mangku Karmaya
Google Scholar
Pubmed
Phpma Journal