Articles

Rendahnya proporsi kontak yang melakukan deteksi dini tuberkulosis paru di Puskesmas I Denpasar Selatan tahun 2012

Anak Agung Gede Agung , Anak Agung Sagung Sawitri, Dewa Nyoman Wirawan

Anak Agung Gede Agung
Udayana University. Email: ayoex_11@yahoo.co.id

Anak Agung Sagung Sawitri
Udayana University

Dewa Nyoman Wirawan
Udayana University
Online First: July 01, 2013 | Cite this Article
Agung, A., Sawitri, A., Wirawan, D. 2013. Rendahnya proporsi kontak yang melakukan deteksi dini tuberkulosis paru di Puskesmas I Denpasar Selatan tahun 2012. Public Health and Preventive Medicine Archive 1(1): 40-45.


Abstrak: Anggota keluarga kasus tuberkulosis (TB) BTA positif sangat rentan tertular karena sulit menghindari kontak. Namun kesadaran untuk melakukan deteksi dini masih rendah. Rendahnya perilaku deteksi dini berdampak pada rendahnya angka cakupan penjaringan suspek TB dan cakupan penemuan kasus baru di puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi dan rasio kontak serumah yang melakukan pemeriksaan dahak dalam rangka deteksi dini penyakit TB paru, serta menganalisis pengaruh persepsi kontak tentang penyakit TB paru dengan perilaku deteksi dini. Penelitian ini adalah cross sectional analitik. Populasi adalah seluruh anggota keluarga kasus TB paru BTA positif yang tercatat pada register pengobatan TB Puskesmas I Denpasar Selatan tahun 2010 sampai dengan triwulan I tahun 2012. Besar sampel adalah 110 responden dengan rincian 49 sampel pernah melakukan deteksi dini dan 61 sampel tidak pernah melakukan deteksi dini. Analisis data dilakukan dengan cara univariat, bivariat (chi square) dan multivariat dengan cox regression. Proporsi kontak serumah yang melakukan deteksi dini sebesar 22,55% dengan rasio jumlah kasus dengan jumlah kontak yang melakukan deteksi dini adalah 1:1,2. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa persepsi kerentanan dan ancaman berpengaruh terhadap perilaku deteksi dini. Analisis multivariat dengan regresi cox metode enter, tidak ada faktor determinan yang berpengaruh secara bersama-sama terhadap perilaku deteksi dini. Rendahnya perilaku deteksi dini kemungkinan disebabkan oleh rendahnya persepsi kerentanan kontak terhadap penyakit TB paru. Kesadaran untuk melakukan deteksi dini penyakit TB paru pada kontak perlu ditingkatkan dengan cara meningkatkan pengetahuan tentang risiko penularan dan gejala penyakit TB paru.

References

WHO. Global Tuberculosis Control. Geneva: World Health Organization; 2011.

WHO. WHO Report 2009: Global Tuberculosis Control Epidemiology, Strategy, Financing. Geneva: WHO Press; 2009. [Diakses November 2012]. Available from: whqlibdoc.who.int/publications/ 2009/ 9789241563802_eng.pdf.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Laporan Program P2 TBC tahun 2010. Denpasar; 2010.

Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Laporan Program P2TBC Dinas Kesehatan Kota Denpasar tahun 2010. Denpasar; 2010.

Depkes RI. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Edisi ke-2 cetakan kedua. Jakarta: Depkes RI; 2008.

Kemenkes RI. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Jakarta: Dirjen P2PL Kemenkes RI; 2011

Nurkaristna M. Hubungan Persepsi Keluarga tentang Tuberkulosis Paru dengan Upaya Praktek Perawatan Keluarga Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Puskesmas Bangetayu Kota Semarang [Tesis]. [Diakses November 2012]. Available from: http://digilib.unimus.ac.id.

Guwatudde D, Nakakeeto M, Jones-Lopez EC, Maganda A, Chiunda A, Mugerwa RD, Ellner JJ, Bukenya G and Whalen CC. Tuberculosis in Household Contacts of Infectious Cases in Kampala, Uganda. Am. J. Epidemiol [serial online] 2003 [Diakses November 2012]; 158 (9): 887-898. Available from: http://aje.oxfordjournals.org/content/158/9/887.full.

Rosenstock IM. Encyclopedia of psychology: Vol. 4; 78-80. Washington: Oxford University Press; 2000.

Putra AK. Kejadian Tuberkulosis pada Anggota Keluarga Yang Tinggal Serumah dengan Penderita TB Paru BTA Positif yang berobat di RSUP H Adam Malik [Tesis]. Medan: Fakultas Kedokteran USU; 2010.

Songpol Tonee et al. Faktor Associated With Household Contact Screening Adherence of Tuberculosis Patients; 2003. [Diakses 11 November 2012]. Available from: http//www.tm.mahidol.ac.th/seameo/2005 36 2/08-3496.pdf.

Aditama TjY. Tuberkulosis. Jurnal TB [serial online] 2006: 3(2). [Diakses November 2012]. Available from: http://www.tbindonesia.or.id/pdf.

Guwaudde D, et al. Tuberculosis in Household Contact of Infectious Cases in Kampala, Uganda. American Journal of Epidemiology 2003.

Antonio CL, Eliana DM, Diana BP, Eduardo M. Netto. Risk of tuberculosis among household contacts in Salvador, Bahia [serial online]. Prof. Edgard Santos Universitary Hospital, Federal University of Bahia Octávio Mangabeira Hospital, Secretary of the State of Bahia, Salvador/BA: Brazil. [Diakses November 2012]. Available from: http://www.plosone.org/article/info.journal.pone.0008257 diambil Nopember 2012.

Banu S, dkk. Tuberkulosis Paru dan Resisten Obat di Penjara Pusat Dhaka, Penjara Terbesar di Bangladesh [serial online] 2007. Editor: Philip Campbell Hill. Gambia. [Diakses 4 Desember 2012]. Available from: http//www.plosone.org/article info.

Rusnoto, Rahmatullah P, Udion A. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tb Paru Pada Usia Dewasa [Studi kasus di Balai Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Paru Pati]; 2003

Notoatmodjo S. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta; 2010.

Saputra ES. Hubungan Faktor Sosiodemografi dan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian Suspek TB Paru di Kota Yogyakarta [Tesis]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada; 2006.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 287
PDF Downloads : 92