Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Anemia ibu hamil trimester I dan II meningkatkan risiko kejadian berat bayi lahir rendah di RSUD Wangaya Denpasar

Abstract

Abstrak: Berat bayi lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu penyumbang terbesar angka kematian bayi (AKB). Salah satu faktor risiko utama terjadinya BBLR adalah anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh anemia pada ibu hamil trimester I dan II terhadap kejadian BBLR di RSUD Wangaya Denpasar. Penelitian kohort retrospektif ini melibatkan 150 orang sampel, terdiri dari 50 orang ibu melahirkan dengan anemia pada trimester I, 50 orang ibu melahirkan dengan anemia pada trimester II dan 50 orang ibu melahirkan tanpa anemia. Sampel diambil secara random sederhana dari catatan medik RSUD Wangaya Denpasar pada 1 Januari 2009 sampai dengan 30 September 2011. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi dan analisis hubungan variabel dilakukan dengan uji logistik regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu  hamil yang mengalami anemia trimester I berisiko 10 kali lebih besar untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan yang ibu hamil tidak anemia [RR=10,29; 95%CI 2,21-47,90], sedangkan ibu hamil yang mengalami anemia trimester II memiliki risiko 16 kali lebih besar untk melahirkan bayi BBLR dibandingkan ibu hamil yang tidak anemia [RR=16; 95%CI 3,49-73,41). Tidak terdapat perbedaan angka kejadian  BBLR antara anemia trimester I dengan anemia trimester II [p=0,297]. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan anemia ibu hamil trimester I dan II meningkatkan risiko kejadian BBLR. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai oleh pemegang kebijakan untuk menentukan pencegahan dan penanganan BBLR serta ibu hamil yang mengalami anemia diharapkan untuk lebih intensif melakukan ANC, sehingga kemungkinan melahirkan bayi BBLR dapat dikurangi.

References

  1. Depkes RI. Materi Ajar Upaya Penurunan Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir. Jakarta: FKM UI: 2005.
  2. Sistiarini. Faktor Maternal dan Kualitas Pelayanan Antenatal yang Berisiko terhadap Kejadian BBLR. Semarang: Universitas Diponegoro; 2008
  3. Depkes RI. Penyakit Penyebab Kematian Bayi Baru Lahir (Neonatal) dan Sistem Pelayanan Kesehatan yang Berkaitan di Indonesia. Jakarta: Depkes RI; 2002.
  4. Sohimah. Anemia dalam Kehamilan dan Penanggulangannya. Jakarta: Gramedia; 2006.
  5. Hendry Setyawan S, Nurhayati P, Asri CA, Endang A. Pengaruh Anemia Ibu Hamil Trisemester III Terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), Prematuritas dan Intra Uterine Growth Retardation (IUGR). Jurnal Epidemiology Indonesia 1997: 1(3); 9-15.
  6. Lubis. Status Gizi Ibu Hamil serta Pengaruhnya terhadap bayi yang Dilahirkan [online] 2003. [Diakses tanggal 16 Januari 2012]. Available from: http//:www.tumoutou.net.
  7. Huda AN. Faktor Resiko Karakteristik Ibu Hamil Dengan Kejadian Anemia Di Puskesmas Jenawi Kabupaten Karanganyar [online] 2012. [Diakses tanggal 26 September 2012]. Available from: http://etd.eprints.ums.ac.id.
  8. Setianingrum. Pengaruh Antara Kenaikan Berat Badan, Lingkar Lengan Atas dan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester III Dengan Berat Bayi Lahir Di Puskesmas Ampel I Boyolali Tahun 2005 [online] 2005. [Diakses tanggal 20 Desember 2011]. Available from: http://usu-repository.ac.id.
  9. Puspitasari CT. Hubungan karakteristik ibu bersalin dengan kejadian bayi berat lahir rendah di Rumah Sakit Umum Dr. Soediran Wonogiri [online] 2010. [Diakses tanggal 27 September 2012].
  10. Hilli AL. The effect of maternal anaemia on cor blood hemoglobin & newborn birth weigth [online]. Kabala Journal of Medical 2009: 2(8-9). Available from: www.uobabylon.edu.iq.
  11. Levy A, et al. Maternal anemia during pregnancy is an independent risk factor for low birthweight and preterm delivery [online] 2005. [Diakses tanggal 12 November 2012]. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16219519
  12. Maisyaroh. Perbedaan antropometri bayi baru lahir antara ibu anemia dan tidak anemia (studi pada ibu hamil. Trimester III di Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo Kabupaten Muara Bungo Provinsi Jambi) [online] 2009. [Diakses tanggal 9 Desember 2012]. Available from: http://eprints.undip.ac.id.
  13. Sianturi IDM. Karakteristik Ibu yang melahirkan bayi dengan BBLR di rumah sakit Santa Eliabeth pada tahun 2003-2006 [online] 2007. [Diakses tanggal 27 September 2012]. Available from: http://repository.usu.ac.id.
  14. Nuryamah. Hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Di RSUD Djojonegoro Kabupaten Temanggung Tahun 2006 [online]. Jurnal Ilmiah Keperawatan Kesehatan 2008: 4(2); 81-91. [Diakses tanggal 9 Desember 2012]. Available from: http://digilib.stikesmuhgombong.ac.id.

How to Cite

Labir, I. K., Widarsa, I. K. T., & Suwiyoga, K. (2013). Anemia ibu hamil trimester I dan II meningkatkan risiko kejadian berat bayi lahir rendah di RSUD Wangaya Denpasar. Public Health and Preventive Medicine Archive, 1(1), 19–23. https://doi.org/10.15562/phpma.v1i1.153

HTML
1012

Total
506 95 482

Share

Search Panel