Articles

Lingkungan dalam rumah, mobilitas dan riwayat kontak sebagai determinan kejadian demam berdarah dengue di Denpasar tahun 2012

Kenyem Subagia , Anak Agung Sagung Sawitri, Dewa Nyoman Wirawan

Kenyem Subagia
Udayana University. Email: kenyemsubagia@yahoo.co.id

Anak Agung Sagung Sawitri
Udayana University

Dewa Nyoman Wirawan
Udayana University
Online First: July 01, 2013 | Cite this Article
Subagia, K., Sawitri, A., Wirawan, D. 2013. Lingkungan dalam rumah, mobilitas dan riwayat kontak sebagai determinan kejadian demam berdarah dengue di Denpasar tahun 2012. Public Health and Preventive Medicine Archive 1(1): 8-12.


Abstrak: Provinsi Bali merupakan daerah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD). Kota Denpasar menyumbang kasus DBD terbesar dengan angka insiden 143,2 per 100.000 penduduk tahun 2011. Hingga saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah infeksi DBD, sementara upaya pengendalian yang dilaksanakan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko terhadap kejadian DBD di Denpasar. Disain penelitian adalah kasus-kontrol dengan jumlah kasus 80 dan kontrol 160 orang. Kasus adalah penderita yang dikonfirmasi sebagai DBD di RS ataupun puskesmas, sedangkan kontrol adalah tetangga terdekat kasus yang tidak DBD menurut gejala klinis. Faktor risiko kejadian DBD yang digali adalah karakteristik responden, lingkungan dalam dan luar rumah, mobilitas responden, riwayat kontak dengan penderita dan keberadaan jentik pada tempat-tempat umum dengan radius maksimal 100 m dari tempat tinggal responden. Pengumpulan data melalui penelusuran dokumen, wawancara dengan kuesioner dan observasi dengan memakai check list. Analisis data dilakukan menggunakan analisa univariat, bivariat (chi square) dan multivariat (logistik regresi). Berdasarkan analisis bivariat, variabel jenis kelamin OR=1,88 [95%CI 1,09-3,23], lingkungan dalam rumah OR=8,27 [95%CI 2,63-26,07], mobilitas OR=2,78 [95%CI 1,57-4,92) dan riwayat kontak OR=2,85 [95%CI 1,62-5,03] memiliki peran dalam penularan DBD. Setelah dilakukan analisis multivariat, variabel yang terbukti sebagai faktor risiko kejadian DBD di Denpasar adalah umur OR=1,09 [95%CI 1,06-1,11], lingkungan dalam rumah OR=10,74 [95%CI 2,94-39,32], mobilitas responden OR=3,12 [95%CI 1,55-6,28] dan riwayat kontak OR=2,4 [95%CI 1,21-4,79]. Perlu dilakukan promosi kesehatan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit DBD melalui perbaikan kualitas lingkungan dalam rumah antara lain pada tempat penampungan air dibelakang kulkas dan dispenser.

Keywords


References

Sukamto. Studi Karakteristik Wilayah Dengan Kejadian DBD di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Semarang: Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Diponeogoro; 2007.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Denpasar: Dinas Kesehatan Provinsi Bali; 2009.

Anwar CM. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingginya kejadian DBD di Kabupaten Tegal, Buletin Keslingmas. Semarang: AKL Depkes Purwokorto; 2000.

Lemeshow S., Hosmer Jr DW., Klar J. and Lwanga SK. Besar Sampel dalam penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 1997.

Azizah GT dan Faizah BR. Analisis Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue di desa Mojosongo Kabupaten Boyolali. Jurnal Ekplanasi Fakultas Ilmu kesehatan Universitas Muhamadiyah Surakarta Oktober 2010: 5(2).

Fathi, Soedjajadi K, Chatarine UW. Peranan Faktor Lingkungan dan Perilaku Terhadap Penularan Demam Berdarah Dengue di Kota Mataram. Universitas Airlangga [online] Maret 1995 [Diakses 27 Desember 2011]. Available at http://www.jurnal.unair.ac.id/pdf/20050328/.

Departemen Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 1993. Jakarta: Pusat Data Kesehatan; 1993.

Suyariyakul A. Tranmission Of DHF At Home Or School. Dengue Buletin Thailand 2005: Vol 29

Sukamto. Studi Karakteristik Wilayah Dengan Kejadian DBD di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap [Tesis]. Semarang: Program Pasca Sarjana Universitas Diponeogoro; 2007.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penyelenggaraan Sistem Surveilans Epidemiologi Kesehatan. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman; 2003.

Hasan A. Hubungan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD (PSN-DBD) dan Pencegahan Gigitan Nyamuk (Aedes aegypti) dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Bandar Lampung Tahun 2007 [Tesis]. Depok: Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia; 2007.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 422
PDF Downloads : 135