Articles

Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru BTA Positif di Distrik Dili Timor Leste Tahun 2014

Jacinta dos Santos Guterres , Luh Putu Lila Wulandari, Dewa Nyoman Wirawan

Jacinta dos Santos Guterres
Udayana University. Email: jacintadossantosguterres@yahoo.com

Luh Putu Lila Wulandari
Udayana University

Dewa Nyoman Wirawan
Udayana University
Online First: December 01, 2014 | Cite this Article
Guterres, J., Wulandari, L., Wirawan, D. 2014. Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru BTA Positif di Distrik Dili Timor Leste Tahun 2014. Public Health and Preventive Medicine Archive 2(2): 170-174. DOI:10.15562/phpma.v2i2.146


Latar belakang dan tujuan: Menurut WHO tuberkulosis paru (TB) di Timor-Leste diperkirakan mempunyai tingkat kematian yang paling tinggi di wilayah Asia Tenggara yaitu sebesar 45 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko TB paru di Distrik Dili.

Metode: Rancangan penelitian adalah kasus kontrol. Kasus adalah penderita TB paru BTA positif dan kontrol adalah pasien bukan TB yang tercatat di register klinik TB Motael dan Bairo-pite dan tiga puskesmas (Comoro, Formosa, Becora) di Distrik Dili  Juli 2013-Februari 2014. Jumlah sampel sebanyak 138 orang terdiri dari 46 orang kasus dan 92 kontrol (1:2). Faktor risiko yang diteliti  adalah  kebiasaan merokok, kontak dengan penderita, status gizi, penghasilan keluarga, kepadatan hunian, pencahayaan sinar matahari, ventilasi dan penggunaan kayu bakar untuk memasak. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan pengukuran. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk mengetahui kemiripan kasus dan kontrol dan menghitung crude OR. Analisis multivariat dengan regresi logistik dilakukan untuk mengetahui faktor risiko yang berperan meningkatkan kejadian TB

Hasil: Tidak dijumpai adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol dalam variabel umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan (p>0,05). Dari hasil analisis bivariat didapatkan bahwa faktor risiko kejadian TB paru adalah kontak dengan penderita (OR=2,809; 95%CI:1,337-5,900), status gizi (OR=2,380; 95%CI:1,096-5,169), pencahayaan sinar matahari (OR=8,090; 95%CI:3,468-18,872) dan ventilasi (OR=6,141; 95%CI:2,709-13,924). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor risiko yang berperan adalah kontak dengan penderita (OR=3,428; 95%CI:1,455-8,075) dan pencahayaan sinar matahari (OR=4,601; 95%CI:1,336-15,845).

Simpulan: Kontak dengan penderita dan pencahayaan sinar matahari merupakan faktor risiko TB paru BTA positif di Distrik Dili Timor Leste.

References

WHO. Tuberkulosis Control in the South-East Asia Region. Indian; 2012.

República Democratica De Timor-Leste Ministerio Da Saúde Gabinete Do Director Geral. Sistema Informasaun Saúde No Vijilansi Epidemiolojika; 2010.

Niha, MAV. Kusnanto H., Saleh Y. D. Spatial Analysis and Risk Factor of Pulmonary Tuberculosis Incidence at District Dili. Jogyakarta: Universitas Gajamada Jogjakarta; 2010.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta; 2011.

Sayuti, J. Asap Sebagai Salah Satu Faktor Risiko Kejadian TB Paru BTA Positif Analisis Spasial Kasus TB Paru Di Kabupaten Lombok Timur. Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) 2013: p. 13.

Sastroasmoro, S., Ismael, S. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi Ke-4. Jakarta; 2011.

Schlesselman, JJ. Case-Control Studies, Design, Conduct and Analysis. New York: Oxford University Press; 1982.

Shetty, NM., Shemko. M., Vaz. GD., Souza. An Epidemiological Evaluation of Risk Factors for Tuberkulosisin: a Matched Case Control Study. Int J Tuberc Lung Dis 2006; 10(1): 80–86.

Fatimah, S. Faktor Kesehatan Lingkungan Rumah Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru di Kabupaten Cilacap. Semarang: Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro; 2008.

Rusnoto, Rahmatullah P., Udiono A. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru Pada Usia Dewasa (Studi Kasus di Balai Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Paru Pati). Semarang: Program Studi Magister Epidemiologi Program Pascasarjana Universitas Diponegoro; 2006.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 168
PDF Downloads : 66