Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Pengaruh Faktor Pengelola terhadap Kepatuhan Pelaksanaan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok pada Hotel Berbintang di Kabupaten Badung

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Di Provinsi Bali dan Kabupaten Badung telah diterbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang kawasan tanpa rokok (KTR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan dan faktor-faktor  yang memengaruhi pelaksanaan Perda KTR pada hotel berbintang  di Kabupaten Badung.

Metode: Rancangan penelitian ini adalah survei cross-sectional yang dilaksanakan di Kabupaten Badung selama 3 bulan dari Maret sampai Mei 2014. Sampel penelitian berjumlah 104 hotel yang diambil secara acak sistematik dari daftar hotel berbintang pada buku direktori Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Data dikumpulkan dengan cara observasi  menggunakan lembar observasi dan wawancara dengan manajer hotel atau pengelola lainnya dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat, bivariat (uji chi square) dan analisis multivariat dengan  menggunakan regresi poisson.

Hasil: Pada saat penelitian  dilaksanakan, hotel yang patuh melaksanaakan Perda KTR hanya 16 dari 104 sampel hotel (15,4%). Satu-satunya faktor yang secara statistik bermakna  memengaruhi kepatuhan pelaksanaan Perda KTR adalah adanya dukungan dari pengelola dengan nilai PR=4,25 (95%CI: 1, 03-17,58). Sedangkan faktor lainnya secara statistik tidak bermakna yaitu pengetahuan dengan PR=2,0 (95%CI: 0,8-4,9), sikap  dengan PR=2,5 (95%CI: 0,8-8,2), komitmen dengan nilai PR=0,8 (95%CI: 0,2-3,2) dan himbauan organisasi yang menaungi dengan nilai PR=1,8 (95%CI: 0,7-4,5). Selain itu didapatkan pula hasil bahwa pada pengelola yang mempunyai perilaku merokok, tidak ada yang patuh terhadap penerapan Perda KTR sedangkan pada pengelola yang tidak merokok sebanyak 19,5% yang patuh.

Simpulan: Kepatuhan hotel berbintang di Kabupaten Badung terhadap pelaksanaan Perda KTR  masih rendah dan  dipengaruhi oleh adanya dukungan dari pengelola hotel.

References

  1. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2007. Jakarta; 2008.
  2. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2010. Jakarta; 2010.
  3. Pemerintah Provinsi Bali. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok. Denpasar; 2011.
  4. Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Direktori 2012. Denpasar: Dinas Pariwisata Provinsi Bali; 2012.
  5. Lam TH, Janghorbani M, Hedley a J, Ho SY, McGhee SM, Chan B. Public opinion on smoke-free policies in restaurants and predicted effect on patronage in Hong Kong. Tob Control [Internet]. 2002 Sep;11(3):195–200. Available from: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=1759014&tool=pmcentrez&rendertype=abstract
  6. Dearlove J V, Bialous S a, Glantz S a. Tobacco industry manipulation of the hospitality industry to maintain smoking in public places. Tob Control [Internet]. 2002 Jun;11(2):94–104. Available from: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=1763854&tool=pmcentrez&rendertype=abstract
  7. Li X, Gao J, Zhang Z, Wei M, Zheng P, Nehl EJ, et al. Lessons from an evaluation of a provincial-level smoking control policy in Shanghai, China. PLoS One [Internet]. 2013 Jan [cited 2014 Jun 23];8(9):e74306. Available from: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3769237&tool=pmcentrez&rendertype=abstract
  8. Gonzalez M, Glantz S a. Failure of policy regarding smoke-free bars in the Netherlands. Eur J Public Health [Internet]. 2013 Feb [cited 2014 Jun 23];23(1):139–45. Available from: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3553585&tool=pmcentrez&rendertype=abstract
  9. International Union Against Tubreculosis and Lung Desease JHBS of PH. Assessing Compliance with Smoke-Free Laws: A “How-to†Guide for Conducting Compliance Studies. 2011;(March).
  10. International Union Against Tubreculosis and Lung Desease JHBS of PH. Assessing Compliance with Smoke-Free Laws. 2014;(May).
  11. Vardavas CI, Agaku I, Patelarou E, Anagnostopoulos N, Nakou C, Dramba V, et al. Ashtrays and signage as determinants of a smoke-free legislation’s success. PLoS One [Internet]. 2013 Jan [cited 2014 Feb 11];8(9):e72945. Available from: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3762932&tool=pmcentrez&rendertype=abstract
  12. Fabian LE a, Bernat DH, Lenk KM, Shi Q, Forster JL. Smoke-free laws in bars and restaurants: does support among teens and young adults change after a statewide smoke-free law? Public Health Rep [Internet]. 2011;126(5):669–76. Available from: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3151184&tool=pmcentrez&rendertype=abstract.
  13. Leung R, Mallya G, Dean LT, Rizvi A, Dignam L, Schwarz DF. Instituting a smoke-free policy for city recreation centers and playgrounds, Philadelphia, Pennsylvania, 2010. Prev Chronic Dis [Internet]. 2013 Jan;10(December 2012):E116. Available from: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3711557&tool=pmcentrez&rendertype=abstract.

How to Cite

Devhy, N. L. P., Astuti, P. A. S., & Duarsa, D. P. (2014). Pengaruh Faktor Pengelola terhadap Kepatuhan Pelaksanaan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok pada Hotel Berbintang di Kabupaten Badung. Public Health and Preventive Medicine Archive, 2(2), 158–164. https://doi.org/10.15562/phpma.v2i2.144

HTML
392

Total
243 255

Share

Search Panel

Ni Luh Putu Devhy
Google Scholar
Pubmed
Phpma Journal


Putu Ayu Swandewi Astuti
Google Scholar
Pubmed
Phpma Journal


Dyah Pradnyaparamita Duarsa
Google Scholar
Pubmed
Phpma Journal