Articles

Alasan Tidak Diberikan ASI Eksklusif oleh Ibu Bekerja di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat

Haryani Haryani , Luh Putu Lila Wulandari, I Nyoman Mangku Karmaya

Haryani Haryani
Udayana University. Email: haryani444@gmail.com

Luh Putu Lila Wulandari
Udayana University

I Nyoman Mangku Karmaya
Udayana University
Online First: December 01, 2014 | Cite this Article
Haryani, H., Wulandari, L., Karmaya, I. 2014. Alasan Tidak Diberikan ASI Eksklusif oleh Ibu Bekerja di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Public Health and Preventive Medicine Archive 2(2): 126-130. DOI:10.15562/phpma.v2i2.138


Latar belakang dan tujuan: Mengetahui alasan ibu bekerja tidak memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif pada bayinya dan  faktor-faktor yang menghambat  pemberiannya di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dengan focus group discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Wawancara mendalam dilakukan pada 9 informan kunci  yaitu ibu bekerja yang tidak memberikan ASI eksklusif. FGD dilakukan sebanyak dua kali, pada 21 informan lain yaitu suami, metua, keluarga, kader, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pimpinan dari informan kunci.

Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa alasan tidak diberikanya ASI eksklusif oleh ibu yang bekerja antara lain karena adanya rasa repot dari ibu,  beban kerja yang tinggi, waktu cuti terbatas, sarana prasarana yang kurang seperti tidak ada tempat penitipan anak (TPA) dan pengantar ASI (kurir ASI) dan tuntutan kebutuhan ekonomi keluarga. Sedangkan faktor-faktor yang menghambat ibu bekerja didalam memberikan ASI  eksklusif pada  bayinya yaitu: faktor ekonomi, faktor fisik ibu yaitu rasa lelah dan sakit yang diderita, faktor psikologis dan faktor kurangnya sarana dan prasarana pendukung.

Simpulan: Alasan ibu bekerja tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya karena rasa repot, beban kerja, waktu cuti terbatas, sarana dan prasarana kurang dan tuntutan ekonomi. Sedangkan faktor yang menghambat pemberian ASI adalah faktor ekonomi, keadaan fisik ibu, psikologis dan kurangnya sarana prasarana pendukung.

References

Roesli, U. Mengenai ASI Eklusif. Jakarta: Trubus Agriwidya; 2005.

Purwati. Konsep penerapan ASI ekslusif. Jakarta: EGC; 2008.

Badan Pusat Statistik (BPS). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. Jakarta; 2012.

Depkes RI. Indikator Indonesia sehat 2010 dan pedoman penetapan indikator provinsi sehat Kepmenkes nomor: 1202/Menkes/SK/VIII/2003. Jakarta; 2003

Suradi, R. Peranan Lingkungan untuk Menunjang Keberhasilan Laktasi. Jakarta: Bunga Rampai Menyusui dan Rawat Gabung; 2003.

Rohani. Faktor yang meningkatkan risiko kegagalan pemberian ASI eksklusif pada ibu bayi usia 6-9 bulan di Kota Mataram-Nusa Tenggara Barat. (Tesis). Bali: Universitas Udayana; 2010.

Ibrahim, Tilaili. Analisis Pola Menyusui Bayi di Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Propinsi DI Aceh. (Tesis). Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia; 2000.

Green, L. W. Kreutter, M. W. Health Promoting Planning An Educational And Environmental Approach, Second Edition. London: Mayfield Publishing Company; 1991.

Rahmawati, M. D. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. (Skripsi). Surakarta: STIKES Kusuma Husada Surakarta; 2010.

Jatman, D. Psikologi Perkembangan. Semarang: Bidang Peneliti Universitas Diponegoro; 2002.

Sartono, Agus. Praktek menyusui ibu pekerja pabrik dan ibu tidak bekerja di Kecamatan Sukoharjo Kota Kabupaten Sukoharjo. (Skripsi). Semarang: Program studi gizi Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah; 2008.

Istiarti, T. VG. Penerapan hak cuti melahirkan bagi pekerja perempuan di sektor formal. Jurnal Kesehatan Lingkungan 2012; 11(2).

Afifah, D. N. Faktor yang berperan dalam Kegagalan Praktik Pemberian ASI Eksklusif (tesis). Semarang: Universitas Dipenogoro; 2009.

Qin, L., Zhao Y., Binns W. C., Lee H. A. and Xie X., Iniation of breasfeeding and prevalence of exclusive breasfeeding at hospital discharge in urban. Suburban and rural arens of Zhejiang, China. International Breasfeeding Journal 2009.

Izzati, R.E. Penerimaan diri dan toleransi stress pada wanita berperan ganda. (Skripsi). Yogyakarta: Fakultas Psikologi. Universitas Gajah Mada; 1996.

Diharjo, K, Riyadi, S., dan Media, Y. Masalah di seputar pemberian ASI secara eksklusif, Majalah Kesehatan Masyarakat Indonesia April 1998; XXVI(3).

Aisyah, Dewi. penelitian Faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja (studi kualitatif di tempat penitipan anak (TPA) Dian Dharma Putra Provinsi Jawa Tengah). (Skripsi). Semarang: Undip; 2009.

Soetjiningsih. ASI petunjuk untuk tenaga Kesehatan. Jakarta: EGC; 2004.

UNICEF, WHO, dan IDAI. Rekomendasi tentang pemberian makanan bayi pada situasi darurat: Pernyataan bersama pada tanggal 7 Januari 2005. Jakarta; 2005

O’ Brien, L. M., Buikstra E., Fallon T. And Hegney D., Stategies for success: a toolbox of coping stategies used by breastfeeding women. Journal of Clinical Nursing. Australia: Blackwell Publishing Ltd; 2008.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 466
PDF Downloads : 119