Articles

Pekerjaan dan Pendidikan sebagai Faktor Risiko Kejadian Katarak pada Pasien yang Berobat di Balai Kesehatan Mata Masyarakat Kota Mataram Nusa Tenggara Barat

Ni Nyoman Santi Tri Ulandari , Putu Ayu Swandewi Astuti, Nyoman Adiputra

Ni Nyoman Santi Tri Ulandari
Udayana University. Email: santhi_rastika@yahoo.com

Putu Ayu Swandewi Astuti
Udayana University

Nyoman Adiputra
Udayana University
Online First: December 01, 2014 | Cite this Article
Ulandari, N., Astuti, P., Adiputra, N. 2014. Pekerjaan dan Pendidikan sebagai Faktor Risiko Kejadian Katarak pada Pasien yang Berobat di Balai Kesehatan Mata Masyarakat Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Public Health and Preventive Medicine Archive 2(2): 121-125. DOI:10.15562/phpma.v2i2.137


Latar belakang dan tujuan: Tujuan penelitian adalah  untuk mengetahui faktor risiko pekerjaan, pendidikan dan faktor risiko lainnya terhadap terjadinya katarak pada pasien yang berobat di Balai Kesehatan Mata Masyarakat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Metode: Disain penelitian adalah kasus-kontrol dengan jumlah sampel kasus dan kontrol masing-masing sebanyak 40 (1:1). Variabel terikat adalah pasien dengan katarak dan variabel bebas adalah: pendidikan, pekerjaan, pendapatan, diabetes melitus, riwayat penyakit katarak, perilaku merokok, paparan asap dan paparan sinar matahari. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan penelusuran dokumen catatan medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat untuk mengetahui komparabilitas antara kelompok kasus dan kontrol dan untuk melihat crude OR. Analisis multivariat dilakukan untuk mengetahui adjusted OR.

Hasil: Penelitian menemukan empat variabel yang menjadi faktor risiko kejadian katarak yaitu pendidikan, pendapatan, pekerjaan dan paparan sinar matahari dengan crude OR masing-masing sebesar 10,50 (95%CI: 3,39-32,52); 6,23 (95%CI: 2,35-16,51), 10,52 (95%CI: 3,56-31,12); dan 3,11 (95%CI: 1,25-7,78). Sedangkan diabetes melitus, riwayat keluarga dengan penyakit katarak, perilaku merokok dan paparan asap secara statistik tidak dijumpai sebagai faktor risiko katarak. Pada analisis  multivariat diperoleh bahwa faktor risiko yang paling berperan adalah pekerjaan dengan OR=9,81 (95%CI: 1,85-52,02) dan pendidikan dengan OR=6,53 (95%CI: 1,42-29,92).

Simpulan: Pekerjaan dan pendidikan merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap terjadinya katarak pada pasien yang berkunjung di Balai Kesehatan Mata Masyarakat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

References

Ilyas, S. Katarak. Penerbit Fakultas Kedokteran Universita Idonesia. Jakarta; 2003.

Riskesdas. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2008.

Riskesdas. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2013.

Riskesdas-NTB. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Nusa Tenggara Barat 2007. Mataram: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2008.

Lwanga, S.K., Lemeshow, S. Sample size determination in health srudies A practical manual. Geneva: World Health Organization; 1997.

Pujiyanto, IT. Faktor-faktor Resiko Yang Mempengaruhi Terhadap Kejadian Katarak Senilis Di Kota Semarang tahun 2001 (tesis). Semarang: Pasca Sarjana Departemen Epidemiologi Universitas Diponegoro; 2004.

Tana, L., Delima., Enny, H. Gondhowiharjo, T. Katarak Pada Petani dan Keluarganya di Kecamatan Teluk Jambe Barat. Media Litbang kesehatan 2006: XIV(4); 124-130.

Tamsuri Tamsuri, A. Klien gangguan mata dan penglihatan. Jakarta: Penerbit Buku kedokteran EGC; 2004.

Wahyudi, D., Rinayati, Ambar, E.D. Hubungan Pekerjaan Tempat Tinggal dengan Tingkat Kematangan Katarak. Prosiding SNST ke-4 Tahun 2013. Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim; 2013.

Hutasoit, H. Prevalensi Kebutaan Akibat Katarak Di Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2009 (tesis). Sumatera Utara: Departermen Ilmu Kesehata Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara; 2009.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 376
PDF Downloads : 110