Articles

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penerimaan Tes HIV oleh Ibu Hamil di Puskesmas Kota Denpasar

Ni Ketut Arniti , Luh Putu Lila Wulandari, Dewa Nyoman Wirawan

Ni Ketut Arniti
Udayana University. Email: arniti_ketut@yahoo.co.id

Luh Putu Lila Wulandari
Udayana University

Dewa Nyoman Wirawan
Udayana University
Online First: July 01, 2014 | Cite this Article
Arniti, N., Wulandari, L., Wirawan, D. 2014. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penerimaan Tes HIV oleh Ibu Hamil di Puskesmas Kota Denpasar. Public Health and Preventive Medicine Archive 2(1): 63-69. DOI:10.15562/phpma.v2i1.125


Tujuan: Mengetahui alasan ibu hamil menerima tes HIV serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Metode: Desain penelitian adalah survei cross sectional dengan sampel 120 ibu hamil yang datang untuk pemeriksaan kehamilan di Puskesmas I Denpasar Utara dan Puskesmas II Denpasar Selatan dari tanggal 26 Maret sampai 22 April 2014. Data dikumpulkan dengan wawancara di puskesmas menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi masing-masing variabel, bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat dengan masing-masing variabel bebas dengan menggunakan uji chi-square serta analisis multivariat dengan regresi logistik untuk mengetahui hubungan antara keseluruhan variabel bebas dengan variabel terikat.

Hasil: Alasan menerima tes HIV adalah mengikuti anjuran petugas (65,8%), ingin tahu status HIV (61,7%) dan untuk melindungi anak dari penularan (19,2%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa penerimaan oleh ibu hamil lebih tinggi pada ibu yang tidak bekerja (75,8%; p=0,033), pengetahuan baik tentang HIV dan penularannya (78,4%; p=0,001), merasa rentan terhadap HIV/AIDS (72,0%; p=0,019), persepsi bahwa HIV/AIDS adalah penyakit yang parah (77,0%; p≤0,001), persepsi manfaat tes HIV (70,8%; p=0,002), tidak adanya persepsi hambatan (100%; p≤0,001) serta dukungan yang baik dari suami/keluarga (87,7%; p≤0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang secara statistik signifikan meningkatkan penerimaan adalah dukungan suami/keluarga dengan OR=8,71 (95%CI: 2,89-26,28), persepsi keparahan penyakit dengan OR=3,39 (95%CI: 1,08-10,69) dan ibu hamil yang tidak bekerja dengan OR=2,82 (95%CI: 1,07-7,42).

Simpulan: Kebanyakan ibu hamil menjalani tes HIV karena anjuran petugas dan ingin tahu status HIV. Penerimaan pada ibu hamil dipengaruhi oleh dukungan suami/keluarga, persepsi keparahan penyakit HIV/AIDS dan ibu hamil yang tidak bekerja.

References

Departemen Kesehatan RI, Pusat Data dan Informasi. Situasi HIV/AIDS di Indonesia Tahun 1987-2006. Jakarta; 2006.

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional. Rencana Aksi nasional Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia Tahun 2007-2010. Jakarta; KPAN; 2007.

Kementerian Kesehatan RI, Subdirektorat AIDS dan PMS. Laporan Triwulan IV 2011 Kasus HIV-AIDS Nasional. Jakarta; 2011.

United Nations Programme on HIV/AIDS. Terminology Guidelines. UNAIDS; 2011.

De Cock K.M, Foweler M.G, Maercier. Prevention of Mother to Child HIV Transmission in Resource Countries : Translating Research Into Policy and Practice. JAMA; 2000.

World Health Organization. PMTCT Strategic Vision 2010-2015 Preventing Mother to Child Transmission of HIV Reach the UNGASS and Millennium Development Goal. Switzland; 2010.

Srikantiah P, Lo Y, Baggaley R, Pandse R, Shaffer N. Antenatal HIV Testing and Counselling Practices in Seven Asian Countries: Working Towards Elimination of eMTCT in Low and Concentrated Epidemic Settings. Kuala Lumpur; 2013.

Kementerian Kesehatan RI. Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor GK/MENKES/001/2013 Tentang layanan Pencegahan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dari Ibu ke Anak (PPIA). Jakarta; 2013.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA). Jakarta; 2012.

Aryasih P.T. Peran Hambatan dan Tantangan Bidan di Layanan Antenatal Care (ANC) untuk Merujuk Ibu Hamil dalam Penemuan Kasus HIV di Kecamatan Serisit Kabupaten Buleleng Tahun 2011. Denpasar; Universitas Udayana; 2012.

Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta; 2007.

Legiati Titi P.S, Shaluhiyah Z, Suryoputro A. Perilaku Ibu Hamil untuk Tes HIV di Kelurahan Bandarharjo dan Tanjung Mas Kota Semarang. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia. 2010 Vol, 7/No.2/Agustus 2012.

De Paoli M.M, Manongi R, Klepp K.I. Factors Influencing Acceptability of Voluntary Counselling and HIV Tersting Among Pregnant Women in Northern Tanzania. AIDS Care 2004. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15203410.

Ambaye B.Y. Willingness of Pregnant Women Attending Antenatal Care Toward Voluntary Counseling and Testing. 2006 (thesis) Addis Ababa University; 2006.

Worku G. Factors Determining Acceptance of Vouluntary HIV Testing Among Pregnant Women Attending Antenatal Clinic at Armed Force Hospital in Addis Ababa. (thesis) Addis Ababa University; 2005.

Moges Z, Amberbir A. Factors Associated With Readiness to VCT Service Utilization Among Pregnant Women Attending Antenatal Clinics in Northwestern Ethiopia: A Health Belief Model Approach. Ethiopian Journal of Health Scinces ; 2011.

Kwofie G.S. Acceptance of HIV Counselling and Testing Among Pregnant Women in The Kumasi Metropolis. Kumasi: Kwame Nkrumah University of Scince and Technology; 2008.

Glanz K, Lewis F.M, Rimer B.K, editors. Health Behavior and Health Education: Theory Research and Practice. San Francisco: Jossey-Bass Publishers;1991.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 1210
PDF Downloads : 265