Articles

Pengetahuan Kader dan Perilaku Asupan Nutrisi Berhubungan dengan Perubahan Status Gizi Balita, Puskesmas Kawangu, Sumba Timur

Maria Kareri Hara , Kadek Tresna Adhi, Alex Pangkahila

Maria Kareri Hara
Udayana University. Email: mariakareri@yahoo.com

Kadek Tresna Adhi
Udayana University

Alex Pangkahila
Udayana University
Online First: July 01, 2014 | Cite this Article
Hara, M., Adhi, K., Pangkahila, A. 2014. Pengetahuan Kader dan Perilaku Asupan Nutrisi Berhubungan dengan Perubahan Status Gizi Balita, Puskesmas Kawangu, Sumba Timur. Public Health and Preventive Medicine Archive 2(1): 33-38. DOI:10.15562/phpma.v2i1.120


Latar belakang dan tujuan: Pemberian makanan tambahan pemulihan (PMT-P) dilakukan untuk perbaikan status gizi kurang anak balita. Tahun 2012 di Kabupaten Sumba Timur Nusa Tenggara Timur (NTT) terdapat 21% balita gizi kurang dan di wilayah kerja Puskesmas Kawangu tercatat 3,4% balita gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi kader posyandu terhadap perilaku asupan dan perubahan status balita gizi kurang di wilayah Puskesmas Kawangu, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur.

Metode: Desain penelitian cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 80 balita dan kader yang memenuhi kriteria inklusi, serta Ibu balita sebagai responden. Pengetahuan dan motivasi diperoleh dari wawancara dengan kader sedangkan perilaku asupan melalui wawancara dengan ibu balita. Perubahan status gizi balita diukur dengan antropometri setelah pemberian PMT-P dan dibandingkan dengan data sebelum pemberian PMT-P di puskesmas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.

Hasil: Sebagian besar kader berumur 26-35 tahun (41,2%), berpendidikan SD (56,2%), petani (91,2%), menjadi kader >2 tahun (53,8%), sudah mengikuti pelatihan (72,5%) dan lama mendampingi balita gizi kurang <45 hari (91,2%). Mayoritas kader berpengetahuan baik (55,0%) dan memiliki motivasi tinggi (86,2%). Perilaku asupan balita cukup (53,8%) dan peningkatan status gizi ke kategori baik (63,8%). Ada hubungan pengetahuan kader dengan perilaku asupan (p=0,016) dan tidak ada hubungan motivasi kader dengan perilaku asupan (p=0,500). Perilaku asupan terbukti berhubungan dengan perubahan status gizi balita gizi kurang (p=0,032).

Simpulan: Pengetahuan kader posyandu meningkatkan perilaku asupan balita dan meningkatkan status gizi anak balita gizi kurang.

References

Sedyaningsih ER. Kepmenkes RI Nomor 1995/MENKES/SK/XII/2010 tentang standar antropometri penilaian status gizi anak. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Direktorat Bina Gizi; 2011.

Soediaoetama D. Ilmu Gizi Jilid II. Jakarta: Dian Rakyat; 2006.

Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2010.

Dinas Kesehatan Propinsi NTT. Profil Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); 2010.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur. Profil Kesehatan Kabupaten Sumba Timur NTT; 2010.

PNPM-GSC Pandawai. Surat Perjanjian Pemberian Bantuan dan Rencana Anggaran Biaya. PNPM-GSC; 2012.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur. Juknis Program Perbaikan gizi masyarakat Sumba Timur. Dinkes Sumba Timur; 2012.

Kemenkes. Angka kecukupan Gizi 2004. Jakarta; 2012.

Notoatmodjo. Promosi Kesehatan (Teori dan Aplikasi). Jakarta: Reneka Cipta; 2010.

Sri Dara Ayu. Pengaruh Program Pendampingan gizi terhadap pola asuh, kejadian infeksi dan status gizi balita kurang energi protein. Universitas Semarang; 2008.

Winardi. Motivasi & Pemotivasian Dalam Manajemen. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada; 2011.

Nugroho A. Hubungan antara Pengetahuan dan Motivasi Kader Posyandu dengan Keaktifan Kader Posyandu di Desa Dukuh Tengah, Brebes. Jurnal Keperawatan 2008; 2(1): 1-8.

Adriani. M. dan Bambang W. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group; 2012.

Suhardjo. Perencanaan Pangan dan Gizi. Jakarta: Bumi Aksara; 2003.

Cica Yulia. Pola Asuh Makan Dan kesehatan Anak Balita pada keluarga Wanita Pemetik the di PTPN VIII Pangalengan Institut Pertanian Bogor; 2008.

Veriyal. Analisis Pola Asuh Gizi Ibu terhadap Balita KEP yang mendapat PMT-P di Puskesmas Pagedangan, Kabupaten Tangerang (tesis). Universitas Islam Negeri Hidayatullah Jakarta; 2010.

Bloos E., Wainaina F., & Bailey RC. Prevalence and Predictors Of Underweight, Stunting, and Wasting Among Children Aged 5 and Under in Western Kenya. Journal of Tropical Pediatrics 2008; 50(5): 70-260.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 367
PDF Downloads : 106