Articles

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Penjamah Makanan dalam Penerapan Cara Pengolahan Pangan yang Baik pada Industri Rumah Tangga Pangan di Kabupaten Karangasem

Ni Made Astini Handayani , Kadek Tresna Adhi, Dyah Pradnyaparamita Duarsa

Ni Made Astini Handayani
Udayana University. Email: sayhanny83@yahoo.com

Kadek Tresna Adhi
Udayana University

Dyah Pradnyaparamita Duarsa
Udayana University
Online First: December 01, 2015 | Cite this Article
Handayani, N., Adhi, K., Duarsa, D. 2015. Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Penjamah Makanan dalam Penerapan Cara Pengolahan Pangan yang Baik pada Industri Rumah Tangga Pangan di Kabupaten Karangasem. Public Health and Preventive Medicine Archive 3(2): 155-161. DOI:10.15562/phpma.v3i2.109


Latar belakang dan tujuan: Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki tingkat kualitas pangan yang masih rendah. Rendahnya perilaku penjamah makanan dalam menerapkan cara pengolahan pangan yang baik (CPPB) dapat meningkatkan risiko menurunnya kualitas pangan yang dihasilkan sehingga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan seperti diare, kecacingan atau keracunan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku penjamah makanan dalam penerapan CPPB pada industri rumah tangga pangan (IRTP).

Metode: Studi cross-sectional analitik dilakukan pada 79 orang penjamah makanan yang bekerja pada IRTP di Kabupaten Karangasem. Data dikumpulkan dengan wawancara dan pengamatan serta dianalisis menggunakan regresi poisson untuk melihat pengaruh pengetahuan, sikap dan dukungan pengelola terhadap perilaku penjamah makanan.

Hasil: Pengetahuan dan sikap penjamah makanan masih tergolong kurang dengan persentase secara berturut-turut 48,10% dan 53,16%. Perilaku penjamah makanan yang tergolong baik sebesar 49,37%. Perilaku penjamah makanan secara bermakna dipengaruhi oleh pengetahuan (PR=1,48; 95%CI: 1,01-2,15), sikap (PR=2,13; 95%CI: 1,47-3,08) dan dukungan pengelola (PR=3,01; 95%CI: 1,77-5,13).

Simpulan: Perilaku penjamah makanan dalam penerapan CPPB IRTP masih rendah dan dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap penjamah serta dukungan dari pengelola IRTP.

References

Oxfam International. Good Enough to Eat. 2014. [cited 2015 March 2]. Available from URL: http://www.who.int/topics/food_safety.

Meikawati, W., Astuti, R. & Susilowati. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Petugas Penjamah Makanan dengan Praktek Higiene Sanitasi Makanan di Unit Gizi RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Jurnal Kesehatan Mayarakat Indonesia 2010; 6(2).

Ermayani, D. Hubungan antara Kondisi Sanitasi dan Praktik Penjamah Makanan dengan Kandungan Eschericia coli pada Nasi Pecel di Kelurahan Sumurboto dan Tembalang. Semarang; 2004.

BPOM RI. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Nomor HK. 03.1.23.04.12.2206 tentang Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) untuk IRTP. Jakarta; 2012.

BPOM RI. Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik. Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan. Jakarta: BPOM RI; 2013.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999. Perlindungan Konsumen. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42. Jakarta; 1999.

Juherah & Ismariati. Perilaku Penjamah dalam Mengolah Makanan di Instalasi Gizi RSU Lasinrang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Jurnal Poltekes Makasar 2012; 2(21.

Massudi. Perilaku Penjamah makanan dalam mengelola Makanan di Warung Sekitar Kampus Dian Nuswantoro. Semarang: 2003.

Nurmala, S. Higiene Sanitasi Pengelolaan Makanan dan Perilaku Penjamah Makanan di Kantin SMA Negeri dan Swasta di Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhan Batu Medan. 2012.

Cahyaningsih, CT., Kushadiwijaya, H., Tholib,A. Hubungan Higiene Sanitasi dan Perilaku Penjamah Makanan dengan Kualitas Bakteriologis Peralatan Makan di Warung Makan. Berita Kedokteran Masyarakat 2009; 24(4).

Kusumawardani. Hubungan Praktik Higiene Sanitasi Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Tradisional dengan Kejadian Diare pada Anak Usia 6-24 bulan di Kota Semarang [tesis]. Semarang: Universitas Diponegoro; 2010.

Wawan, A dan Dewi, M. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika; 2010.

Dewi, S. Hubungan Faktor Predisposisi, Pemungkin dan Penguat dengan Praktek Cuci Tangan serta Keberadaan Mikroorganisme pada Penjamah Makanan di Pantai Kedonganan. Jurnal Skala Husada April 2014; 11(1).

Azira, Mutalib, Rashid, M.F.A., Mustafa,S., Nordin,S.A., Hamat,R.A., Osman,M. Knowledge, Attitude and Practices Regarding Food Hygiene and Sanitation of Food handlers in Kuala Pilah, Malaysia. Food Control Journal October 2012; 27(2)


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 1904
PDF Downloads : 731