Articles

Faktor Risiko Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah dr.R.Soedjono Kabupaten Lombok Timur

Yuliani Yuliani , I Wayan Gede Artawan Eka Putra, I Gusti Ayu Trisna Windiani

Yuliani Yuliani
Udayana University. Email: hadi_yuliani@yahoo.com

I Wayan Gede Artawan Eka Putra
Udayana University

I Gusti Ayu Trisna Windiani
Udayana University
Online First: December 01, 2015 | Cite this Article
Yuliani, Y., Putra, I., Windiani, I. 2015. Faktor Risiko Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah dr.R.Soedjono Kabupaten Lombok Timur. Public Health and Preventive Medicine Archive 3(2): 133-137. DOI:10.15562/phpma.v3i2.104


Latar belakang dan tujuan: Angka  kematian bayi karena bayi berat lahir rendah (BBLR) di  Kabupaten  Lombok  Timur cenderung  meningkat  dari 18% pada tahun 2012 menjadi 26,1% pada tahun 2013.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian BBLR di RSUD dr.R.Soedjono Kabupaten Lombok Timur.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol yang dilakukan di RSUD dr.R.Soedjono Kabupaten Lombok Timur. Sampel terdiri dari 59 kasus BBLR  dan 118  bayi berat lahir normal (1:2) yang dipilih secara acak sistematik. Data sekunder tentang status kurang energi kronis (KEK) dan status anemia dikumpulkan dari register persalinan.  Data tentang karakteristik ibu, jarak kelahiran, riwayat pemeriksaan antenatal, penghasilan, paparan asap rokok, paparan asap kayu bakar dan paparan asap obat anti nyamuk dikumpulkan dengan wawancara.  Data dianalisis secara bivariat untuk mendapatkan crude OR dan multivariat untuk menghitung adjusted OR.

Hasil: Karakteristik kasus dan kontrol telah mirip dalam hal pendidikan, pekerjaan ibu dan paritas, tetapi berbeda secara bermakna dalam variabel umur.  Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang secara signifikan sebagai faktor risiko BBLR adalah: penghasilan dengan OR=2,3 (95%CI: 1,06-4,9), paparan asap rokok dengan OR=2,9 (95%CI: 1,31- 6,33), status KEK dengan OR=3,1 (95%CI: 1,24-7,59) dan umur ibu saat hamil  <20 tahun  atau  >35 tahun dengan OR=3,2 (95%CI: 1,46-6,90). Paparan asap kayu bakar dan status anemia dijumpai tidak signifikan sebagai faktor risiko BBLR masing-masing dengan OR=1,2 (95%CI: 0,44-2,88) dan OR=1,1 (95%CI: 0,82-1,27).

Simpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian BBLR di Kabupaten Lombok Timur adalah penghasilan yang rendah, paparan asap rokok, status KEK dan umur ibu saat hamil <20 tahun atau >35 tahun.

References

Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2010.

Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar. Jakata: Kementerian Kesehatan RI; 2013.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur. Profil kesehatan Kabupaten Lombok Timur tahun 2012, Selong-Lombok Timur: Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur; 2013.

Proverawati, A. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Yogyakarta; Nuha Medica; 2010:1-21.

Wiknjosastro, H. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo; 2005.

Kementerian Kesehatan. Manajemen Bayi BBLR untuk bidan dan perawat.Jakarta: Direktorat Jendral Bina Gizi Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI; 2011.

Zain, I. M., Rahayu & Dwi, M. Pengaruh karakteristik, perilaku dan sosial ekonomi ibu terhadap kelahiran BBLR 41 (tesis). Surabaya: Universitas Negeri Surabaya

Myles. Buku ajar kebidanan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 2011

Amalia, L. Faktor risiko kejadian bayi berat lahir rendah di RSU Dr.MM limboto Kabupaten Gorontalo (tesis). Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo; 2010.

Kementerian Kesehatan RI. Ringkasan Eksekutif Strategi akselerasi pencapaian target MDG’s 2015. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI; 2015.

Sandjaja. Risiko kurang energi kronis pada ibu hamil di Indonesia. Pusat. Jakarta: Penelitian dan Pengembangan Gizi Makanan Depkes RI; 2009.

Ramadhan, N. Hubungan ibu hamil perokok pasif dengan kejadian bayi berat lahir rendah di badan layanan umum daerah RSU Meuraxa Banda Aceh. (tesis). Banda Aceh: Universitas Ubudiyah; 2012.

Tamrin, S., Hartono, A. & Rudy. pengaruh paparan asap rokok terhadap kejadian berat badan lahir rendah di Sulawesi Selatan. Jurnal Media Gizi Pangan 2011;11(1):34-40.

Kejadian berat badan lahir rendah di wilayah puskesmas Singkawang Timur (tesis). Semarang: Universitas Diponegoro; 2011.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 426
PDF Downloads : 224